Logo Header Antaranews Sumbar

Dinkes Payakumbuh sebut sekolah di daerah itu masih taat protokol kesehatan

Jumat, 4 Desember 2020 20:09 WIB
Image Print
Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Bakhrizal. (Antarasumbar/Akmal Saputra)
Tim gugus tugas melalui dinas kesehatan melakukan pemantauan setiap hari,

Payakumbuh (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Payakumbuh, Sumatera Barat menilai sekolah yang ada di daerah itu masih menaati protokol kesehatan saat pelaksanan pembelajaran tatap muka yang telah berlangsung kembali dari Rabu (25/11).


Kepala DKK Payakumbuh, Bakhrizal di Payakumbuh, Jumat, mengatakan bahwa tim gugus tugas COVID-19 daerah itu terus melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh sekolah menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.


"Tim gugus tugas melalui dinas kesehatan melakukan pemantauan setiap hari. Hingga saat ini seluruh sekolah masih patuh untuk melaksanakan protokol kesehatan, semoga ini berlangsung seterusnya," kata dia.


Ia mengatakan untuk melakukan pemantauan ke sekolah tersebut langsung melibatkan puskesmas-puskesmas yang ada di daerah itu, sehingga seluruh sekolah dipastikan terpantau.


"Alhamdulillah dari awal sekolah hingga saat ini belum ada kasus positif COVID-19 di Payakumbuh yang berasal dari kluster sekolah, baik guru maupun siswa," ujarnya.


Sementara itu, terkait perkembangan kasus COVID-19, Bakhrizal mengatakan bahwa penambahan kasus positif di Payakumbuh pada Jumat (4/12) berjumlah dua orang dan ada delapan pasien positif yang dinyatakan sembuh.


"Alhamdulillah dua hari terakhir pasien sembuh lebih banyak, kemaren (Kamis) yang positif tiga dan sembuh enam orang. Semoga kasus ini terus terkendali," kata dia.


Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Agustion mengatakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah kali ini juga perpaduan antara daring dan tatap muka. Sebab, setiap kelas hanya boleh diisi 50 persen dari total siswa biasanya.


"Setiap sekolah telah diminta sedemikian rupa untuk menyiapkan hal ini, termasuk protokol kesehatan yang wajib dilaksanakan di sekolah," ujarnya.


Ia mengatakan pelaksanaan PBM tatap muka kali ini juga menjadi uji coba dibolehkannya pelaksanaan PBM pada semester genap atau awal Januari 2021 sesuai diatur dalam SKB empat menteri.


"Pada Januari 2021, meski zona merah, sekolah tetap boleh melaksanakan PBM tatap muka di sekolah. Semoga dengan dilaksanakan kali ini, dapat menjadi bahan untuk menyempurnakan PBM pada Januari itu," kata dia.***3***




Pewarta:
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2026