Logo Header Antaranews Sumbar

Pendemo Seru Presiden Morsi Mundur

Sabtu, 18 Mei 2013 09:52 WIB
Image Print

Kairo, (Antara/AFP) - Para demonstran yang menyerukan Presiden Mesir Mohamed Moursi untuk mengundurkan diri dan menuntut pemilihan awal bentrok dengan polisi anti huru hara di Kairo Jumat malam. Ratusan orang telah berbondong ke Langan Tahrir Kairo pada Jumat untuk protes, yang diimbau oleh sejumlah kelompok oposisi. Para demonstran, kebanyakan dari mereka remaja, melemparkan bom molotov kepada polisi yang membalas dengan tembakan gas air mata, namun tidak ada laporan tentang korban. Bentrokan-bentrokan terjadi di dekat Lapangan Tahrir Kairo, jantung simbolis gerakan oposisi yang meruntuhkan Presiden Hosni Mubarak pada Februari 2011. Oada Jumat pagi, pawai mulai di berbagai bagian ibu kota dengan tujuan berkumpul di Lapangan Tahrir. Di depan salah satu pengunjuk rasa membawa dua spanduk besar, salah satunya terbaca "pemilihan presiden awal" dan lainnya "konstitusi pemersatu bagi Mesir". Para demonstran dari kampanye Tamarod (pemberontakan), yang mengklaim telah mengumpulkan lebih dari dua juta tanda tangan menuntut bahwa Morsi mengundurkan diri, mengumpulkan nama-nama lagi dari orang-orang di sepanjang rute. Sebelum bentrokan, media pemerintah mengatakan keamanan telah ditingkatkan di sekitar Kementerian Dalam Negeri, dekat Lapangan Tahrir, seperti yang telah menjadi ajang kekerasan konfrontasi di masa lalu. Protes itu diseru oleh kelompok-kelompok termasuk partai Al-Dustur yang dipimpin mantan Kepala pengawas atom PBB Mohamed ElBaradei dan Gerakan 6 April yang mempelopori pemberontakan 2011 untuk menggulingkan Presiden Mubarak. Pihak oposisi menuduh Moursi memerintah hanya untuk kepentingan partainya Ikhwanul Muslimin, sementara ia menegaskan dia adalah "presiden bagi semua orang Mesir". Sejak Moursi terpilih Juni lalu, Mesir terus menderita krisis politik dan ekonomi yang serius, dan juga sering terjadi bentrokan, kadang-kadang mematikan, antara lawan dan pendukungnya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026