Transaksi hotel dan restoran di Padang berkurang Rp174 miliar akibat COVID-19

id berita padang,berita sumbar,wisata

Transaksi hotel dan restoran di Padang berkurang Rp174 miliar akibat COVID-19

Grafik dampak COVID-19 terhadap perekonomian Kota Padang.a (antarasumbar/Bappeda Padang.)

Akibat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua bulan lebih dan tidak adanya kunjungan wisatawan membuat transaksi hotel dan restoran mengalami penurunan,
Padang (ANTARA) - Pengelola hotel dan restoran di Padang mengalami pengurangan transaksi hingga Rp174 miliar akibat dampak COVID-19 berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat.

"Akibat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua bulan lebih dan tidak adanya kunjungan wisatawan membuat transaksi hotel dan restoran mengalami penurunan," kata Kepala Bappeda Kota Padang, Medi Iswandi di Padang, Kamis.

Menurut dia tidak hanya berdampak bagi hotel dan restoran transaksi pedagang kaki lima di lokasi wisata juga berkurang hingga Rp7 miliar.

Kemudian penurunan tersebut juga berdampak bagi penerimaan pendapatan asli daerah kota Padang sebesar 25 persen atau Rp250 miliar.

Tak hanya itu transaksi harian di sembilan pasar di Padang juga berkurang hingga Rp11 miliar per hari.

Dan ada 12 ribu UKM yang terdampak dengan pengurangan transaksi mencapai Rp17,6 miliar mulai dari kuliner, ritel, jasa hingga kerajinan.

Dari sisi pekerja terdapat 5.413 orang yang dirumahkan dan ada 172 perusahaan yang terpaksa merumahkan karyawan.

Menyikapi hal itu pada 2021 Pemerintah Kota Padang memiliki sejumlah tantangan dalam pelaksanaan pembangunan mulai dari ekonomi, kesehatan hingga pengangguran dan kemiskinan.

"Rencana kerja Pemkot Padang 2021 fokus mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial," ujarnya.

Ia menyampaikan pemerintah kota akan membangun sentra Industri Kecil dan Menengah di kawasan Koto Tangah dengan alokasi anggaran sekitar Rp27 miliar yang juga berfungsi sebagai inkubator bisnis.

Sentra IKM tersebut akan menjadi tempat pemasaran terpadu dan tempat pelatihan, kata dia.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar