
Pengoperasian "Commuter" Terkendala Komponen Teknis

Padang, (Antara) - Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat mengatakan bahwa pengoperasian commuter (kereta api keliling dalam kota) jenis railbus terkendala satu komponen teknis, karena tidak bisa dipakai. "Setelah dilakukan uji coba pada jalur yang direncanakan bersama tim dari Dirjen Kereta Api dan pabrik, ternyata ada satu komponen teknis belum dapat dipakai dan harus diganti," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Mudrika. Menurut Mudrika di Padang, Jumat, upaya mengganti komponen teknis untuk menghindari resiko bagi penumpang dan railbus sendiri saat dioperasikan. Namun hal itu sudah disampaikan agar pihak pabrik INKA melakukan penggantian komponen tersebut. "Komponen tersebut sudah dipesan ke Jerman dan diharapkan tidak terlalu lama," katanya. Pengoperasian commuter yang tiga gerbong itu, sebut dia, guna menunjang pelayanan di rute yang sudah ada, sebelum siap dibangun infrastruktur rel dari Duku-Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Pengerjaan rel Duku-BIM masih tahap pembuatan jalur dan beberapa jembatan sudah siap dibangun, serta tinggal membayar ganti rugi lahan yang telah dibebaskan. "Langkah itu dilakukan sebenarnya supaya tidak menganggur tiga gerbong tersebut, maka dioperasikan untuk menunjang KA Sibinuang dan lainnya. Tapi yang wajibnya konsentrasinya untuk melayani penumpang pesawat dari Duku-BIM nantinya," katanya. Rencana itu, secara administrasi sudah diselesaikan oleh pemerintah provinsi dengan manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumbar. Terkait, sudah ada pertemuan untuk duduk bersama antara Pemprov Sumbar dengan pihak KAI, pabrik dan Dirjen Perhubungan serta Dirjen Perkeretaapian. Mudrika mengatakan, keliru kalau masih ada dari manajemen KAI Divre II Sumbar menyebutkan administrasinya belum selesai. Dalam kesempatan itu, disampaikan anggaran untuk pembebasan lahan jalur KA railbus secara keseluruhan senilai Rp31 miliar, tapi di APBD murni provinsi baru 50 persen dan sisanya diusulkan di perubahan. Diharapkan semuanya dapat terserap sampai akhir 2013. "Kita berharap target penyerapan anggaran pembebasan lahan tercapai, karena sebagian hanya tinggal membayar ke pemiliknya. Maka pembangunan infrastruktur fisik rel commuter bisa dimulai pada awal 2014," ujarnya. (*/sir/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
