Agam terapkan sistem non tunai tarif masuk Linggai Park

id linggai park

Agam terapkan sistem non tunai tarif masuk Linggai Park

Petugas di gerbang masuk Linggai Park. (ANTARA /Yusrizal)

Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menerapkan sistim pembayaran non tunai untuk pembayaran tarif masuk dan parkir di Objek Wisata Linggai Park.

Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraha Agam, Syatria didampingi Kasi Pengembangan Kerjasama Usaha Pariwisata dan Pengembangan Pariwisata, Metrizon di Lubukbasung, Sabtu, mengatakan pihaknya menyediakan alat transaksi pembayaran dari BRI dan Bank Nagari.

"Kita bekerjasama dengan dua bank itu untuk pembayaran tarif masuk dan parkir," katanya.

Ia mengatakan, BRI menggunakan aplilasi transaksi berupa brizzi. Sementara Bank Nagari menggunakan aplikasi berupa oppo, dana, gojek dan link aja.

Dana itu langsung masuk ke khas daerah. Khusus untuk pengunjung yang tidak memiliki aplikasi ini, maka petugas akan menerima berupa uang.

Setelah itu, petugas mencatat dana itu ke uang masuk dan petugas akan menyetorkan ke bendahara Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga Agam.

"Dana yang diterima bendahara, langsung disetorkan ke khas daerah. Pendapatan tarif masuk dan parkir Rp300 ribu per hari," katanya.

Ia mengatakan, sistim pembayaran secara non tunai itu dalam upaya trasparasi keuangan.

Selain itu mengurangi petugas memegang uang dalan rangka memutus penyebaran COVID-19.

"Kita tidak menginginkan petugas terpapar COVID-19 dan setiap pengunjung masuk wajib pakai masker, diperiksa suhu tubuh dan lainnya," katanya.

Tarif masuk dan parkir Objek Wisata Linggai diberlakukan semenjak 8 Juni 2020. Tarif itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha.

Untuk orang dewasa, tambahnya, dengan tarif Rp3 ribu per orang, anak-anak Rp2 ribu per orang, kendaraan roda dua Rp2 ribu per unit dan roda empat Rp3 ribu per unit.

"Kita menyiapkan dua sampai tiga orang petugas di lokasi masuk," katanya

Salah seorang pengunjung, Adonis Marianda (59) berharap Pemkab Agam menyediakan tanda terima atau karcis masuk dan parkir bagi pengunjung, sehingga tidak ada unsur pungutan liar.

Selama ini, petugas hanya mencatat uang yang diberikan oleh pengunjung.

"Setelah saya bayar, petugas tidak memberikan bukti dengan alasan belum ada," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar