
Pertumbuhan dalam RAPBN-P Kisaran 6,2 Persen

Jakarta, (Antara) - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan target pertumbuhan dalam RAPBN-Perubahan 2013 ditetapkan pada kisaran 6,2 persen-6,4 persen, lebih rendah dari asumsi APBN sebesar 6,8 persen. "Secara realistis kita melakukan koreksi pertumbuhan dari 6,8 persen menjadi 6,2 persen-6,4 persen," katanya seusai rapat koordinasi membahas pemotongan belanja Kementerian Lembaga di Jakarta, Rabu. Hatta mengatakan asumsi makro yang juga mengalami perubahan antara lain nilai tukar rupiah menjadi Rp9.600 per dolar AS dari Rp9.300 per dolar AS, dan harga ICP minyak meningkat dari 100 dolar AS per barel menjadi 108-110 dolar AS per barel. "Perubahan ini ada kaitannya dengan kuota BBM yang tidak mungkin dipertahankan 46 juta kiloliter, dan apabila dibiarkan akan loncat hingga 53 juta kiloliter," paparnya, menjelaskan. Hatta menambahkan defisit anggaran diperkirakan mencapai 2,48 persen dari PDB, dan upaya yang dilakukan untuk menekan defisit adalah menyesuaikan harga BBM serta memotong anggaran Kementerian Lembaga senilai Rp24 triliun. "Pemotongan itu masing-masing K/L akan melakukan 'assesment' sendiri pada besaran itu, rata-ratanya (pemotongan) 9,1 persen," ucapnya, menambahkan. Hatta menjelaskan pemotongan belanja Kementerian Lembaga tersebut dilakukan secara proposional terhadap nilai rupiah belanja serta anggaran yang tercantum dalam rencana kerja pemerintah. "Porsinya akan menggabungkan secara proposional terhadap besaran angka dan juga terhadap rencana kerja," tuturnya. Hatta mengharapkan finalisasi RAPBN-Perubahan 2013 dapat segera selesai, sehingga draf RAPBN-Perubahan dapat disampaikan kepada pimpinan DPR dan pembahasan dapat dilakukan dalam beberapa hari mendatang. "Penyampaian (draf kepada pimpinan DPR) dalam satu atau dua hari ini," ujarnya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
