Soal kepergian Messi, mantan presiden Real Madrid justru bela Bartomeu

id Barcelona,Lionel Messi,Josep Maria Bartomeu,Liga Spanyol

Soal kepergian Messi, mantan presiden Real Madrid justru bela Bartomeu

Presiden Barcelona mendapatkan tekanan besar dari para suporter untuk mundur dari jabatannya setelah Lionel Messi ingin hengkang dari Camp Nou.(REUTERS/ALBERT GEA)

Jakarta (ANTARA) - Josep Maria Bartomeu telah diperlakukan sebagai "kambing hitam" dan dikritik secara tidak adil di Barcelona, kata mantan presiden Real Madrid Ramon Calderon.

Bartomeu saat ini dikecam suporter Barcelona setelah Lionel Messi meminta meninggalkan Camp Nou setelah akhir musim yang sangat mengecewakan bagi raksasa Katalunya itu.

Permintaan Messi ini menyusul kekalahan memalukan 2-8 Barca dalam Liga Champions dari juara Liga Champions Bayern Munchen.

Namun, mantan presiden Real Madrid Ramon Calderon menyatakan bersimpati kepada Bartomeu yang posisinya akan diperebutkan dalam sebuah pemilihan Maret 2021.

"Mengisi jabatan ini sangat sulit," kata Calderon kepada Stats Perform News seperti dikutip Goal, Kamis. "Ini jauh lebih sulit daripada yang bisa dibayangkan orang."

"Ada begitu banyak kritik, tetapi ketika semuanya berjalan dengan baik, pujian akan mengarah ke pemain dan pelatih. Sudah biasa bahwa presiden menjadi kambing hitam."

"Ini adalah orang yang dituduh tidak mendatangkan pemain atau membiarkan pemain yang dianggap penting oleh fans untuk pergi. Saya tidak suka itu," tambah dia.

"Saya tidak memiliki informasi (untuk dianalisis dengan benar), tetapi saya pikir Bartomeu adalah presiden yang baik. Dari apa yang saya lihat dan dari apa yang saya ketahui tentangnya, saya pikir dia adalah presiden yang baik."

"Ini masalah yang sangat rumit. Terlebih lagi saat ini ketika tim kalah dan mendapatkan kekalahan memalukan. Para suporter tidak akan memaafkan."

Calderon menyebut Bartomeu berusaha memberikan yang terbaik untuk klub. "Apa pun yang dia lakukan atau katakan, saya yakin itu untuk yang terbaik bagi klub yang diwakilinya."

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar