Logo Header Antaranews Sumbar

1.579 Guru Limapuluh Kota Ikuti UKG

Kamis, 9 Mei 2013 12:26 WIB
Image Print

Sarilamak, Sumbar, (Antara) - Sebanyak 1.579 orang guru SD, SMP, SMA/MK di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat akan mengikuti Uji Kompetensi Guru pada 29-31 Mei 2013. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota, Desri, Kamis, mengatakan guru-guru itu akan mengikuti ujian di tujuh lokasi berbeda. Lokasi itu menurut Desri masing-masing di SMAN 1 Harau, SMPN 1 Harau, SMAN 1 guguak, SMPN 3 Guguak, SMK 2 Guguak, SMAN 1 Suliki dan SMPN 2 Suliki. Menurut Desri Uji, Uji Kopetensi Guru itu bertujuan untuk melihat sejauh mana kemampuan atau kompetensi guru di Kabupaten Limapuluh Kota. Dia berharap UKG ini ikut mendorong guru-guru di daerah itu untuk terus menerus meningkatkan kemampuan setiap waktu. Persiapan UKG itu menurut dia dilakukan dengan cara memberikan dua kali uji coba pada guru-guru bersangkutan. Uji coba pertama dilakukan pada tanggal 10 Mei dan uji coba kedua dilakukan pada 19 Mei. "Kita menyadari sepenuhnya, bahwa guru-guru terutama yang berusia limapuluh tahun ke atas masih agak kesulitan mengikuti ujian karena dilakukan dengan sistem online, karena itu kita melakukan dua kali uji coba agar pada saat UKG dilakukan guru-guru bersangkutan bisa mengikutinya dengan baik," kata Desri. Dia menambahkan, UKG yang akan dilakukan tersebut akan bekerjasama dengan LPMP Sumatera Barat. Lebih jauh Desri mengatakan, UKG tersebut akan menjadi salah satu indikator untuk guru-guru yang akan mendapatkan sertifikasi. "Guru yang tidak lulus UKG, belum dapat diusulkan untuk mendapatkan sertifikasi guru," kata dia. Menurutnya untuk mendapatkan sertifikasi, saat ini harus melewati mekanisme pengujian masing-masing UKG dan PLPG. Jika sudah lulus dua al tersebut baru dapat diusulkan untuk mendapatkan sertifikasi. Saat ini di Kabupaten Limapuluh Kota ada sekitar 5.800 orang guru PNS, namun baru sekitar 2.700-an saja yang telah mendapatkan sertifikasi. "Mash banyak guru kita yang belum mendapatkan sertifikasi, namun kita berharap ke depan akan semakin banyak yang mendapatkan hak guru tersebut," kata dia.(**/mko)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026