BNI Himpun Rp6,5 Triliun Kerjasama Dengan JRB

id berita bni,bni sumbar,berita sumbar,padang hari ini

BNI Himpun Rp6,5 Triliun Kerjasama Dengan JRB

Petugas BNI di Kantor Cabang Singapura melayani seorang nasabah dengan memperhatikan protokol kesehatan. (ANTARA/HO-BNI)

Saat ini yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahan,
Padang (ANTARA) - Inovasi yang dilakukan manajemen PT BNI melalui perluasan pasar ternyata mampu menggaet dana sebesar Rp6,5 triliun melalui kerjasama dengan Japan Regional Bank (JRB) plus perluasan basisi nasabah sebanyak 400 perusahaan Jepang.

Direktur Tresuri dan Internasional BNI Putrama Wahyu Setiawan menjelaskan, kini di Indonesia terdapat lebih dari 1.500 perusahaan yang merupakan bagian dari investasi Jepang dengan bentuk joint venture atau anak perusahaan, yang sebagian besar adalah nasabah Bank Pembangunan Daerah di Jepang (Japan Regional Banks/JRB) yang berinvestasi di Indonesia dengan jenis usaha terbanyak berbasis teknologi.

Upaya untuk terus mendukung masuknya investasi langsung para penanam modal asing terutama dari perusahaan-perusahaan Jepang ke Indonesia terus dilakukan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI melalui unit International Desk.

BNI memberikan layanan yang menyeluruh untuk memudahkan para investor saat berbisnis. Kenyamanan yang disiapkan BNI mencakup pembukaan rekening giro dan cash management, foreign exchange (forex), penerbitan letter of credit (L/C), pemberian fasilitas modal kerja, penyediaan informasi tentang kondisi perekonomian, iklim investasi, hingga menyelesaikan perizinan, serta relokasi usaha di Indonesia.

JRB tersebut tidak memiliki kantor cabang di Indonesia. BNI memanfaatkan kondisi tersebut dengan memberikan pelayanan perbankan lengkap bagi JRB beserta nasabah JRB di Indonesia.

Salah satu terobosan yang dilakukan BNI dalam berkolaborasi dengan JRB adalah menyediakan fasilitas kredit dalam denominasi Yen atau Rupiah untuk perusahaan -perusahaan Japanese - Indonesian related yang berorientasi ekspor. Fasilitas ini diberikan melalui skema penjaminan dari bank-bank JRB (back to back loan). Skema ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh bank lokal di Indonesia. Hal ini bisa dilakukan karena BNI memiliki kantor cabang luar negeri (KCLN) di Tokyo yang memiliki perjanjian kerjasama dengan bank-bank regional di Jepang.

“Pinjaman dalam bentuk Yen atau Rupiah ini dimungkinkan dengan adanya dukungan pendanaan dari 54 Japan Regional Bank (JRB) melalui BNI Tokyo, sehingga pinjaman yang diberikan memiliki bunga yang kompetitif,” ungkap Putrama.

Ia menyatakan cabang BNI di Tokyo telah berperan aktif untuk menarik investor-investor Jepang ke Indonesia bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Tokyo.

Sepanjang Semester I-2020, kinerja unit International Desk sendiri cukup menggembirakan dimana eksposur pinjaman tumbuh 44,4% secara tahunan (yoy), serta Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 18,4% yoy. Kedepannya, BNI merencanakan untuk menyediakan serta mengembangkan layanan yang sama untuk investor-investor yang berasal dari Korea dan China.

“Kami mengharapkan perusahaan Jepang lainnya juga tertarik untuk mendapatkan pembiayaan melalui skema ini dan juga menggunakan layanan perbankan lainnya dari BNI secara menyeluruh. Bila ada perusahaan Jepang yang telah menggunakan BNI, tentunya mereka akan mereferalkannya kepada perusahaan Jepang lainnya,” ujar Putrama.

BNI Tokyo sendiri telah berdiri sejak tahun 1959 sebagai Representative Office dan ditingkatkan statusnya menjadi cabang pada tahun 1969, setahun setelah adanya amanat Presiden Soekarno melalui UU No. 17 tahun 1968 yang menugaskan BNI sebagai benteng pertahanan ekonomi. BNI Tokyo diberikan peranan untuk menghimpun dana-dana dari luar negeri dan diinvestasikan ke Indonesia.
Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar