Logo Header Antaranews Sumbar

Legislator minta Pemkot tunda rencana pelaksanaan PBM saat pandemi COVID-19 di Padang

Rabu, 3 Juni 2020 16:16 WIB
Image Print
Legislator Padang Budi Syahrial. (AntaraSumbar/Laila Syafarud)
Saya meminta kepada Pemkot Padang agar memperpanjang proses belajar siswa di rumah masing-masing sampai kasus COVID-19 ini benar-benar sudah berkurang di Padang,

Padang (ANTARA) - Legislator meminta pemerintah kota (Pemkot) Padang agar menunda rencana pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) secara tatap muka di sekolah saat pandemi COVID-19 di Padang, Sumatera Barat.

"Saya meminta kepada Pemkot Padang agar memperpanjang proses belajar siswa di rumah masing-masing sampai kasus COVID-19 ini benar-benar sudah berkurang di Padang," kata anggota Komisi I DPRD Kota Padang, Budi Syahrial di Padang, Rabu.

Karena, menurut dia akan ada kesulitan dalam menyosialisasikan pola hidup sehat dan sistem jaga jarak pada proses interaksi antar siswa, apalagi siswa pada Sekolah Dasar (SD).

"Jangan sampai setelah sekolah diterapkan, malah akan memicu klaster-klaster baru COVID-19 di Padang. Hal ini disebabkan karena masih adanya pertambahan kasus positif COVID-19 di Kota Padang," kata legislator Padang dari Fraksi Gerindra.

Ia menjelaskan selama ini yang terjadi jumlah siswa di kelas selalu ramai, bahkan dalam satu kelas masih terdapat 30 sampai 40 orang siswa. Sehingga menyebabkan mereka harus duduk berdampingan dalam satu meja.

"Menurut saya perlu adanya kajian yang mendalam dan persiapan yang cukup matang. Untuk itu komisi satu akan melakukan pertemuan dengan dinas terkait setelah PSBB tahap tiga berakhir," tambah dia.

Ia juga menyarankan jika pertemuan tatap muka di sekolah masih tetap akan diterapkan maka akan lebih baik diterapkan secara sif.

"Kalau sekadar menerapkan sistem jaga jarak saja, menurut saya tentu tidak akan efektif, karena jumlah siswa yang banyak. Kemudian untuk protokol kesehatannya benar-benar harus disiapkan dengan matang," terang dia.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan Pemerintah Kota Padang masih melakukan pembahasan yang mendalam untuk menyikapi normal baru dalam pendidikan.

Untuk itu, ia menjelaskan nantinya akan dibahas terlebih dahulu secara mendalam oleh Pemkot Padang. Kemudian terkait pelaksanaan proses PBM secara tatap muka di sekolah tentu akan ada pengurangan jumlah siswa di dalam kelas, akan dibagi menjadi dua sif, jam sekolah diperpendek, menerapkan sistem jaga jarak, dan menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

"Kemudian ada juga konsepnya berupa satu hari belajar dan satu hari libur. Kemudian dari jumlah satu kelas selama ini yang biasanya terisi 30 atau 28 orang murid maka ke depannya akan di bagi dua," kata dia. (*)




Pewarta:
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2026