Logo Header Antaranews Sumbar

AD Pakistan Bantah Desas-desus Penundaan Pemilu

Rabu, 1 Mei 2013 11:58 WIB
Image Print

Islamabad, (Antara/Xinhua-OANA) - Dalam rujukan terselubung mengenai serangan Taliban terhadap pertemuan politik, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Ashfaq Parvez Kayani, Selasa (30/4), membantah desas-desus mengenai penundaan pemungutan suara dan mengumumkan dukungan bagi proses itu. "Pemilihan Umum akan diselenggarakan di negeri ini pada 11 Mei. Kita tak boleh menyimpan kecurigaan apa pun atau salah menafsirkan itu," kata Jenderal Kayani pada pertemuan akbar guna menghormati personel keamanan yang gugur selama perang melawan gerilyawan. "Saya meyakinkan anda semua bahwa kami berkomitmen sepenuh hati guna membantu dan mendukung pelaksanaan pemilihan umum yang bebas, adil dan damai semampu kami dan tetap berpegang pada undang-undang dasar," kata pemimpin Angkatan Darat tersebut. Ia juga meyakinkan rakyat bahwa dukungan militer mesti semata-mata ditujukan pada diperkokohnya demokrasi dan peraturan hukum di negeri itu. "Seperti setiap orang Pakistan, Angkatan Darat Pakistan, dalam kapasitas sederhananya, telah breusaha memperkuat demokrasi dalam lima tahun belakangan, dengan harapan pemilihan umum mendatang akan mengendalikan negeri ini menuju perbaikan," kata Jenderal Kayani. Mengenai terorisme dan esktremisme, ia mengatakan ancaman tersebut telah merenggut ribuan nyawa, termasuk nyawa personel militer, paramiliter, penjaga perbatasan, pasukan suku dan polisi bahkan rakyat tak berdosa di Pakistan, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu. Ia mengatakan musuh dari luar sibuk menyulut api itu. Ia menolak pendapat bahwa Pakistan sedang menghadapi perang lain dan menyesalkan bahwa kendati terjadi semua pertumpahan darah tersebut, kelompok tertentu masih ingin tetap mengobarkan perdebatan mengenai penyebab perang itu dan memaksakannya atas negara tersebut. "Meskipun ini mungkin penting tapi kenyataan mengenai masalah itu ialah hari ini Pakistan lah dan rakyatnya yang berani yang menjadi sasaran perang ini dan sangat menderita," kata Jenderal Kayani. Ia membela perang melawan kaum fanatik dan mengatakan satu faksi kecil ingin memaksakan ideologi menyimpangnya atas seluruh bangsa dengan mengangkat senjata dan untuk tujuan itu, membangkang terhadap Undang-Undang Dasar Pakistan serta proses demokrasi dan menganggap semua bentuk pertumpahan darah dibenarkan. Ia mengingatkan bahwa dalam sejarah negara demokrasi yang berkembang dengan baik, pengkhianatan dan perlawanan terhadap negara tak pernah ditolerir dan dalam perjuangan semacam itu, Angkatan Bersenjata mereka mendapat dukungan kokoh dari rakyat. Pertanyaan tentang penyebab perang semacam itu tak pernah diangkat. "Tak ada ruang bagi keraguan ketika sampai pada penanganan aksi perlawanan terhadap negara," katanya. Ia menyarankan konsensus ke arah kebijakan yang jelas melalui konsultasi timbal-balik guna menangani kaum fanatik. "Menganggap perang melawan aksi teror ini hanya sebagai perang Angkatan Bersenjata dapat mengakibatkan kekacauan dan penyimpangan yang tak bisa kita hadapi," kata Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan tersebut. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026