
Menlu AS Dorong Bahrain Soal HAM dan Reformasi

Washington, (Antara/AFP) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry Senin mendorong Bahrain untuk meningkatkan reformasi dan hak asasi manusia saat ia bertemu timpalannya dari kerajaan Teluk yang terguncang dua tahun protes dipimpin Syiah itu. Diplomat tertinggi AS itu berbicara secara tertutup dengan Menteri Luar Negeri Bahrain Sheikh Khaled bin Ahmed al-Khalifa, dengan tidak membuat pernyataan publik setelah pembicaraan. "Hak asasi manusia adalah bagian dari pembahasan, dan khususnya, mendesak mereka untuk membuat kemajuan tambahan," kata Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Patrick Ventrell kepada wartawan. Kerry "mencatat bahwa reformasi Bahrain telah membuat dan mendorong mereka untuk melakukan lebih dalam proses itu sehingga mereka dapat terus memastikan stabilitas jangka panjang di Bahrain." Kerajaan kecil strategis Bahrain adalah rumah bagi Armada Kelima AS, telah terguncang sejak Februari 2011 oleh gelombang protes yang menyerukan penggulingan Perdana Menteri Sheikh Khalifa bin Salman al-Khalifa, paman dari Raja Hamad. Suatu laporan HAM Departemen Luar Negeri AS baru-baru ini melaporkan Bahrain dikritik karena "ketidakmampuan warga negara untuk mengubah pemerintah mereka secara damai; menangkap dan penahanan demonstran dengan tuduhan tidak jelas "serta" penyiksaan di tempat tahanan." Laporan ini juga menyoroti bahwa "diskriminasi atas dasar jenis kelamin, agama, kebangsaan, dan sekte bertahan, terutama terhadap penduduk Syiah" yang membentuk mayoritas di Bahrain. Manama bereaksi dengan "cemas" dengan tuduhan-tuduhan itu. "Mereka telah membuat beberapa kemajuan, tetapi kami ingin mereka untuk membuat kemajuan lebih dalam hal melaksanakan semua rekomendasi" dari penyelidikan nasional terakhir, kata Ventrell. "Jadi, sementara kami mendorong upaya itu agar berlangsung, kami ingin mereka untuk mengikutinya." (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
