
Yala Tingkatkan Keamanan Setelah Pemberontak Bunuh Wagub

Yala, Thailand, (Antara/TNA-0ANA) - Pihak berwenang di provinsi Yala, Thailand selatan, pada Sabtu meningkatkan keamanan untuk mencegah pembalasan dari kelompok gerilyawan setelah tiga tersangka di balik pembunuhan wakil gubernur Yala di Kabupaten Bannang ditangkap pada Jumat. Tiga tersangka tewas setelah pasukan gabungan tentara penjaga, polisi provinsi Yala dan Patroli Perbatasan Polisi menggerebek daerah pegunungan di Kabupaten Bannang Sata menyusul laporan bahwa gerilyawan bersembunyi di sana. Kedua pihak terlibat baku tembak selama 30 menit dan tiga mayat ditemukan setelah bentrokan itu. Mereka diidentifikasi sebagai Boonya Taleng, Budeeman Mayi dan Abdultorleh Saha. Semuanya penduduk Bannang Sata. Menurut investigasi, DNA Boonya mengindikasikan ia terlibat dengan serangan di Narathiwat Satuan Tugas Angkatan Laut 32 bulan lalu di mana 16 gerilyawan tewas di tangan Marinir. Budeeman sedang menjadi target surat perintah penangkapan karena membunuh warga desa di Bannang Sata dan Abdultorleh berada di bawah surat perintah penangkapan untuk membunuh dua tentara di Bannang Sata. Pihak berwenang menyita tujuh senjata, radio komunikasi dan lebih dari sepuluh ponsel. Mayor Jenderal Pol Peera Boonleang, kepala polisi Yala, mengatakan bahwa empat-lima gerilyawan berhasil melarikan diri setelah bentrokan dan polisi percaya bahwa Abdullah Tapoh-oh di antara mereka. Abdullah Tapoh-oh berada di bawah surat perintah penangkapan sebagai tersangka dalam pembunuhan wakil gubernur Yala pada 5 April. Wakil Gubernur Isra Thongthawat meninggal di Rumah Sakit Umum Yala beberapa jam setelah mobilnya menabrak bom pinggir jalan di Kabupaten Bannang Sata. Ledakan itu langsung menewaskan Kepala Keamanan Provinsi Chaovalit Chairuek dan pengemudi mereka mengalami luka serius. Pasukan gabungan tentara dan polisi telah mendirikan pos pemeriksaan permanen di Jalan 410 Yala-Betong untuk memeriksa semua mobil dan sepeda motor yang memasuki kota Yala guna mencegah pembalasan apapun dari para pemberontak. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
