Logo Header Antaranews Sumbar

Jordania Seru PBB untuk Tindak Krisis Suriah

Jumat, 26 April 2013 08:03 WIB
Image Print

PBB, (Antara/AFP) - Jordania pada Kamis menyerukan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk menyatakan eksodus pengungsi dari Suriah mengancam keamanan internasional dan agar mengatur kunjungan ke wilayah tersebut. Jordan khawatir bahwa dengan lebih dari 505.000 pengungsi Suriah sekarang di negara itu maka pihaknya akan kewalahan dan terperosok ke dalam krisis, kata para diplomat. Duta Besar Jordania di PBB Pangeran Zeid al-Hussein mengatakan dalam sepucuk surat kepada Dewan Keamanan bahwa masuknya secara besar-besaran pengungsi melintasi perbatasan sejak konflik Suriah meletus Maret 2011 "mengancam keamanan dan stabilitas negara kami." Dia menambahkan bahwa antara 1.500 sampai 2.000 orang per hari melintasi perbatasan dan bahwa Jordan meyakini krisis bisa menjadi "implikasi bagi perdamaian dan keamanan internasional." Dubes mengatakan krisis pengungsi harus dinyatakan sebagai "ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional", dan dewan 15 negara harus mengatur perjalanan ke kamp-kamp pengungsi di Jordania serta pertemuan khusus dewan khusus harus diadakan. Pada puncaknya masalah itu bisa membawa pertikaian politik Suriah dengan negara tetangganya, Yordania, yang sudah menderita pengangguran tinggi dan inflasi, serta menuduh para pengungsi mengambil pekerjaan mereka dan menyalahkan mereka atas sewa-menyewa yang lebih tinggi. Komisaris Tinggi PBB memperkirakan jumlah pengungsi di Jordania melambung menjadi 1,2 juta pada akhir tahun 2013, setara dengan seperlima dari populasi negara itu. Lebanon, yang menyatakan memiliki 400.000 pengungsi yang terdaftar resmi - sementara pekerja bantuan mengatakan 650.000 - juga mengatakan Dewan Keamanan PBB harus mengambil peran lebih besar dalam mengatasi krisis ini. PBB mengatakan ada lebih dari 1,3 juta pengungsi di Jordania, Turki, Lebanon dan Irak dan bahwa sekarang krisis kemanusiaan terbesar sedang dihadapi. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026