Logo Header Antaranews Sumbar

Pakar: Hasil Polling Bisa Dimanipulasi

Rabu, 24 April 2013 12:17 WIB
Image Print

Manila, (Antara) - SWS Fellow dan Assistant Professor of the University of the Philippines Clarissa David mengatakan hasil polling statistik bisa dimanipulasi tetapi hal itu akan menjadikan hasil jajak pendapat tersebut tidak ilmiah. "Memang itu bisa dimanipulasi, tetapi itu berarti hasil polling tidak lagi bersifat scientific," kata SWS Fellow and Assistant Professor of the University of the Philippines Clarissa David di Manila, Rabu. Ia mengatakan bahwa pada dasarnya semua polling bersifat ilmiah karena dilakukan dengan standar statistik yang berlaku internasional dari sisi observasi, pemilihan sampel, penggunaan questioner, hingga proses encoding of responses setelah survei dilaksanakan. Namun, jika terjadi manipulasi data statistik, hasil tidak lagi bersifat ilmiah dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmu. "Di sini kredibilitas institusi penyelenggara polling dipertaruhkan," katanya. Menurut dia, institusi penyelenggara polling atau jajak pendapat harus bersikap transparan kepada pihak mana pun. "Mereka harus transparan jika ada yang menanyakan tentang margin error, sampel, dan hal lain yang terkait dengan polling yang dilakukan," katanya. Ia juga meminta masyarakat untuk cermat dalam menyikapi hasil jajak pendapat dan harus menimbang kredibilitas penyelenggara polling. Saat ini jajak pendapat tentang berbagai hal, termasuk pemilu, menjadi formulasi yang dinilai paling sistematis sebagai bukti ilmiah tentang apa yang dipikirkan masyarakat mengenai suatu hal, demikian Clarissa David. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026