Logo Header Antaranews Sumbar

Pertamina salurkan bantuan APD kepada Pemkot Padang

Rabu, 8 April 2020 16:42 WIB
Image Print
Pertamina menyerahkan bantuan alat pelindung diri kepada Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah (Istimewa)

Padang, (ANTARA) - PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I menyalurkan bantuan Alat Pelengkap Diri (APD) untuk tenaga kesehatan kepada Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat untuk penanganan COVID-19.

Unit Manager Comm, Relations, & CSR Pertamina MOR I Roby Hervindo di Padang, Rabu mengatakan APD ini diserahkan melalui Pemkot Padang untuk petugas medis yang menangani COVID-19.

"Semoga dapat membantu para petugas medis dalam merawat pasien dan menghindari pekerja medis tertular COVID-19,” kata dia.

Ia mengatakan bentuk APD yang diberikan yaitu pakaian hazmat sebanyak 50 unit, sarung tangan sebanyak 50 pasang, masker N95 sebanyak 120 unit.

Kemudian ada sepatu bot sebanyak 50 pasang serta kacamata sebanyak 80 unit

Menurut dia hal ini dilakukan karena Alat Pelindung Diri (APD) khususnya bagi tenaga medis kini sulit dicari.

Hal ini terjadi karena wabah COVID-19 yang menyerang secara global dan Presiden RI mengatakan Indonesia membutuhkan tiga juta buah APD untuk kebutuhan medis.

Sebelumnya Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M. Faqih mengatakan produksi APD saat ini hanya 105.000 buah.

Padahal menurut perhitungan para ahli kebutuhan APD adalah 20 persen dari jumlah pasien terjangkit virus.

Sementara itu Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah yang menerima langsung bantuan mengapresiasi Pertamina yang cepat tanggap dalam memberikan bantuan khususnya untuk tenaga medis.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Pertamina yang sudah berkenan untuk memberikan APD ke Pemkot Padang. Seluruh APD ini akan kami berikan untuk petugas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Rasidin Padang,” kata dia

'RSUD dr. Rasidin merupakan salah satu rumah sakit di Sumatera Barat yang menjadi rujukan untuk pasien COVID-19," kata dia.

Berdasarkan data dari situs resmi Pemprov Sumbar, hingga Rabu (08/04) tercatat sejumlah 95 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).



Pewarta:
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026