
Rusia dan AS Sepakat Perangi Teror

Moskow, (Antara/AFP) - Rusia dan Amerika Serikat pada Sabtu sepakat meningkatkan kerja sama dalam memerangi teror setelah berita dua warga suku Chechnya diduga melakukan serangan bom mematikan dalam acara maraton di Boston. Kremlin mengatakan pemimpin Rusia Vladimir Putin menelepon Presiden AS Barack Obama mengucapkan belasungkawa dan membicarakan usaha kedua pihak untuk bekerja sama lebih erat menyangkut keamanan pada Olimpiade Musim Dingin di Sochi, Rusia, pada 2014. "Kedua pihak menegaskan keinginan mereka untuk menjalin kerja sama lebih erat badan-badan khusus Rusia dan AS dalam memerangi terorisme internasional," kata Kremlin. Gedung Putih juga mengeluarkan satu pernyataan yang mengatakan Obama mengucapkan terima kasih kepada Putin atas ucapan belasungkawanya "dan memuji kerja sama yang AS terima dari Rusia mengenai kontra-terorisme termasuk menyangkut serangan di Boston. "Kedua pemimpin itu sepakat untuk melanjutkan kerja sama kami menyangkut kontra-terorisme dan masalah-masalah keamanan," kata Gedung Putih. Pihak berwenang AS mengatakan dua pemuda yang meledakkan dua bom Senin yang menewaskan tiga orang dalam acara Maraton di Boston dan kemudian menembak mati seorang polisi Jumat adalah etnik Chechnya dari wilayah Kaukasus Utara Rusia. Tamaerlan Tsarnaev (26 tahun) ditembak mati oleh polisi sementara adiknya, berusia 19 tahun, Dzhokhar Tsarnaev ditangkap dekat Boston Jumat petang. Kerja sama antara badan-badan intelijen AS dan Rusia tetap lemah karena hubungan diplomatik yang sering terganggu dan kekhawatiran di Washington bahwa Putin menggunakan perang terhadap teror untuk melumpuhkan musuh-musuh politiknya. Rusia melancarkan dua perang pasca-Sovyet di Chechnya-- keduanya dimulai oleh Putin ketika ia masih menjadi perdana menteri tahun 1999. Kampanye populer membantu mengantarnya ke kursi presiden tahun 2000 tetapi segera menimbulkan ketegangan dalam hubungannya dengan Barat. Anggota komite masalah internasional parlemen Rusia Alexei Pushkov mengatakan kepada radio Russian News Service, "Kami mengemukakan kepada AS ... apa yang anda lakukan (dengan mengeritik Putin) Anda mendukung benih-benih teror." (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
