Makanan ini dinilai awet dan mudah disimpan selama "working from home"

id Telur,Makanan,Awet,Working from home,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Makanan ini dinilai awet dan mudah disimpan selama "working from home"

Master Chef Indonesia Judge Degan Septoadji saat menyampaikan tips dan kiat di Graha BNPB, Jakarta pada Sabtu (28/3/2020). ANTARA/Aji Cakti

Untuk protein yang gampang disimpan adalah telur,
Jakarta (ANTARA) - Master Chef Indonesia Judge Degan Septoadji menyebutkan bahan makanan yang mengandung unsur protein dan bisa disimpan dalam waktu lama selama kegiatan working from home bekerja di rumah adalah telur.

"Untuk protein yang gampang disimpan adalah telur," ujar Chef Degan Septoadji di Graha BNPB, Jakarta pada Sabtu.

Dia juga menambahkan bahwa agar lebih awet, maka telur tersebut harus selalu disimpan di dalam kulkas.

Selain itu, sembilan bahan pokok atau sembako, seperti beras atau kentang, gula dan sebagainya mudah disimpan dan merupakan bahan-bahan makanan yang paling utama dibutuhkan selama bekerja di rumah.

Sedangkan untuk sayuran yang mudah disimpan, menurut Master Chef Indonesia Judge itu, bervariasi yakni tomat atau sayuran-sayuran lainnya.

"Ada juga beberapa sayuran yang bisa dibeli dalam keadaan beku atau frozen, terdapat beberapa jenis sayuran beku yang bagus dan bisa disimpan dalam waktu lama," kata Chef Degan Septoadji.

Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo menyebut langkah social distancing atau menjaga jarak antar satu dengan yang lain menjadi hal yang paling penting dilakukan dalam situasi mewabahnya virus corona (COVID-19).

Presiden mengatakan, dengan kondisi tersebut maka sudah saatnya bekerja dari rumah, belajar dari rumah serta beribadah di rumah.

Presiden Jokowi mengajak seluruh rakyat bekerja sama, saling tolong menolong, bersatu padu, bergotong-royong menangani COVID-19.

Presiden juga meminta adanya meningkatkan pelayanan pengetesan COVID-19 dan meningkatkan pengobatan dengan menggunakan RSUD dan RS swasta dan lembaga riset serta pendidikan tinggi yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar