Logo Header Antaranews Sumbar

LPS Gelar Sosialisasi ke Masyarakat Sumbar

Kamis, 18 April 2013 20:24 WIB
Image Print
Acara Pelantikan dan Sosialisasi Lembaga Penjaminan Simpanan di Padang Kamis 18/4

Padang, (Antara) - Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) Pusat menggelar sosialisasi tentang fungsi dan peranannya kepada masyarakat Sumatera Barat di Padang, Kamis. "Sosialisasi ini digelar bertujuan untuk memperkenalkan LPS kepada masyarakat Sumbar tentang peranan dan fungsinya dalam sistem perbankan nasional," kata Kepala Eksekutif LPS Pusat Mirza Adityaswara di Padang, Kamis. LPS dalam sistem perbankan nasional sangat memegang peranan penting namun banyak masyarakat terutama yang di daerah tidak mengetahuinya, jelasnya. Dia menambahkan, menurut UU No 24 tahun 2004 ada dua peranan penting LPS, yakni menjamin simpanan nasabah penyimpan dan ikut aktif dalam memlihara stabilitas sistem perbankan sesuai dengan kewenangannya. Lebih lanjut kata Mirza, LPS dapat menjamin simpanan masyarakat pada bank hingga maksimal Rp2 miliar rupiah. "Dengan begitu secara tidak langsung LPS akan memberikan keamanan dan kenyamanan untuk masyarakat atau nasabah yang akan menyimpan uangnya," katanya. Untuk lebih meyakinkan masyarakat, sebutnya, ada beberapa Ketentuan agar LPS dapat menjamin simpanan nasabah dalam bank, antara lain simpanan harus tercatat di bank, bunganya tidak lebih dari yang ditentukan LPS yakni 5,5 % untuk Bank Umum dan 8 % untuk Bank Perkreditan Rakyat, dan tidak memiliki kredit macet. "Jika suatu bank tidak mengikuti ketentuan tersebut LPS tidak akan menjamin simpanannya," tukasnya. Dalam hal ini, dia berharap kepada seluruh bank untuk memberitahukan secara transparan penetapan bunga bagi nasabahnya. Termasuk apabila bunganya melewati jumlah yang telah ditetapkan LPS. Untuk itu, dia juga mengimbau agar setiap bank di Indonesia membuat pemberitahuan tentang LPS dan bunganya ini pada tempat yang mudah dibaca nasabah. Hal ini akan mencegah berbagai macam kecurangan dan manipulasi yang merugikan suatu nasabah bank. Mirza menambahkan bahwa LPS merupakan bagian dari empat pilar stabilitas sistem keuangan Indonesia yang terdiri Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ba nk Indonesia (BI), dan Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK). "Tentunya sangat berperan dalam menyelamatkan atau tidak Bank yang hampir bangkrut. Peranan inilah yang harus diketahui oleh masyarakat umum agar penerapannya dalam sistem perbankan nasional tepat sasaran," terangnya. Sementara itu Rektor Universitas Andalas (Unand) Padang Werry Darta Taifur mengatakan bahwa Unand akan ikut serta mensosialisasikan LPS ini kepada masyarakat. Selain itu, bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) akan melakukan berbagai riset tentang segalam macam kegiatan keuangan Indonesia yang aplikasinya dapat dijadikan acuan dalam persiapan menuju Komunitas Ekonomi Asean 2015. "Terutama dalam pembentukan sumber daya manusia Indonesia khususnya Sumbar yang berdaya saing tinggi," katanya. (**/den/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026