
Payakumbuh upayakan insentif guru honorer minimal mendekati UMP pada 2021

Payakumbuh, (ANTARA) - Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat menargetkan insentif guru honorer minimal mendekati Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp2.484.041 pada 2021.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Agustion di Payakumbuh, Senin, menyebutkan pada tahun ini insentif guru honorer sesuai wewenang Kota Payakumbuh baru Rp800.
"Insentif ini sudah meningkat dari 2019 yang hanya Rp750 ribu. Dan pada 2021 akan diusahakan untuk meningkatkannya," ujar dia.
Peningkatan insentif ini, kata dia, untuk membantu kesejahteraan guru honorer di Payakumbuh, sehingga berdampak kepada kinerja guru dalam mengajar.
"Jadi guru bisa lebih fokus dalam mengajar, karena kesejahteraannya sudah kita perbaiki. Dampaknya tentu kepada kualitas pendidikan kita juga," sebutnya.
Peningkatan insentif ini tentu dengan tetap melihat dari kesiapan keuangan atau anggaran daerah pada 2021. Namun pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin agar ini dapat terpenuhi.
"Untuk guru honorer SMP dan SD ada 328 guru yang telah diberi insentif. Sedangkan untuk TK dan PAUD sekitar 290 guru," ujarnya.
Sedangkan untuk total guru honorer yang ada di Payakumbuh untuk SMP dan SD baik negeri atau swasta kurang lebih berjumlah 700 orang. Sehingga guru yang diberikan insentif harus dilakukan seleksi dahulu.
"Belum semua yang bisa kita berikan insentif. Jadi harus ada kriteria-kriteria yang dipenuhi dalam seleksi yang dilakukan," sebutnya.
Tiga kriteria dalam seleksi untuk honorer yang mendapatkan insentif daerah, yakni yang pertama kesesuaian ijazah dengan yang diajar, selanjutnya jumlah jam mengajar mencapai 18 jam atau guru kelas untuk yang mengajar di SD.
"Untuk lama pengabdian atau mengajar merupakan kriteria terakhir. Namun yang tidak masuk mendapatkan insentif daerah, honornya bisa dari dana BOS," ujarnya. (*)
Pewarta : Akmal Saputra
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
