Padang kekurangan pegawai lebih dari 4.000 orang

id Berita Padang, Padang terkini, berita Sumbar,padang kekurangan pegawai,penerimaan cpns

Padang kekurangan pegawai lebih dari 4.000 orang

Sekretaris BKPSDM Padang Editiawarman (kanan) (Antara / Laila Syafarud)

Padang (ANTARA) - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang mengungkap pemerintah setempat kekurangan pegawai lebih dari 4.000 orang.

"Berdasarkan analisis jabatan, Pemerintah Kota Padang kekurangan pegawai lebih dari 4.000 orang. Sedangkan jatah untuk penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) saat ini hanya 375 orang," kata Sekretaris BKPSDM Padang Editiawarman di Padang, Rabu.

Ia mengatakan sebetulnya pemerintah Kota Padang juga tidak menginginkan kekosongan jabatan tersebut. Namun banyak prosedur yang harus dilakukan untuk pengisian. Bahkan untuk perizinan harus disetujui pemerintah pusat.

Menurutnyaketerbatasan pegawai tentu tidak menjadi alasan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan.

"Untuk itu BKPSDM harus memanfaatkan semaksimal mungkin jumlah pegawai yang ada untuk tetap meraih kinerja," ujarnya.

Ia juga mengatakan saat ini tugasBKPSDM yaitu meningkatkan kinerja ASN, kedisiplinan, menyusun jabatan, dan mengisi pejabat dengan yang sesuai.

"Supaya keterbatasan ASN tidak menjadi alasan untuk mengurangi target dalam bekerja," kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan saat ini yang menjadi fokus utama BKPSDM Padang ialah melakukan pengisian jabatan yang masih kosong di bidang pemerintahan.

Ia juga menyebutkan saat ini untuk jabatan eselon II yang masih kosong diantaranya BPKADmasih diisiInspektur Kota Padang AndriYulika sebagai pelaksana tugas (Plt) dan sebagai Plt DPRKPP yaitu Yeni Yuliza dari DinasPUPR Padang.

"Ke depannya Dinas Pangan sendiri, rencananya akan digabungkan ke Dinas Pertanian Padang," kata dia.

Ia juga mengatakan akan mengupayakan segera melakukan pengisian jabatan yang masih kosong tersebut. Sehingga bisa diajukan ke menteri melalui gubernur. Kemudian jika sudah dikeluarkan dari menteri maka bisa dilantik.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar