LIPI kantongi enam paten dari riset pengalengan masakan tradisional Indonesia

id LIPI,makanan kalengan

LIPI kantongi enam paten dari riset pengalengan masakan tradisional Indonesia

Masakan tradisional Indonesia yang sudah dikemas dalam kaleng di fasilitas Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam LIPI di Gunung Kidul, Yogyakarta, Kamis (20/2/2020). (ANTARA/Virna P Setyorini)

Yogyakarta, (ANTARA) - Tim peneliti Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Gunung Kidul telah mengantongi enam paten dari hasil riset terkait pengalengan masakan tradisional.

"Tadi ada paten namanya komponen heterogen, kita sudah daftarkan. Terus ada juga, namanyakita kan (mengembangkanteknologi) secara kapasitas UKM, (teknologi) portabel(bisa dipindahkan) ke sana kemari kan belum ada, itu kita patenkan juga," kata Peneliti Teknik Proses Balai Penelitian Teknologi Bahan AlamLIPI Asep Nurhikmat kepada ANTARA di Gunung Kidul, Yogyakarta, Jumat.

Selain itu, peneliti LIPI juga mematenkan alat ukur konduktivitas sederhana untuk keperluan pengalenganbahanmakanan.

"Kan masing-masing bahan (makanan) tadi konduktivitasnya berbeda-beda, kita buat alat sederhananya untuk ngukurnya juga, kita patenkan juga," kata Asep.

"Jadi sebenarnya dari pengalengan ini bisa enam paten yang sudah kita keluarkan. Nah itu dari rentang waktu 2010 sampai sekarang," ia menambahkan.

Peneliti teknik proses dari Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam LIPI Asep Nurhikmat menjelaskan proses pengalengan masakan tradisional Indonesia di fasilitas riset LIPI di Gunung Kidul, Yogyakarta, Kamis (20/2/2020). (ANTARA/Virna P Setyorini)


Kepala Balai Penelitian Teknologi Bahan AlamLIPI Satriyo Krido Wahono menjelaskan bahwa teknologi pengalengan makanan sudah dikembangkan sejak sekitar 200 tahun lalu di negara empat musim.

LIPImengadopsi teknologi pengalengan makanan sejak tahun 1977, awalnya untuktempe. Sekarang teknologi tersebut digunakan dalam pengemasanmasakan tradisional Indonesia.

Sebelumnya Satriyomenjelaskan bahwa tim peneliti LIPI telah memungkinkan pengalengan 100 makanan tradisional Nusantara dengan teknologi yang antara lain dimaksudkan untuk mempertahankan kandungan gizi makanan.

Menurut Satriyo, sudah ada 10 izin edar BPOMuntuk produk masakan tradisional yang pengemasannya dilakukan menggunakan teknologi pengalengan LIPI.

Di samping itu, menurut dia, sudah ada pelaku usaha kecil dan menengah yang menggunakan teknologi pengalengan makanan tradisional LIPI, antara lain produsen rendang di Payakumbuh, produsen gudeg di Yogyakarta, dan produsenempal gentong di Cirebon. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar