Logo Header Antaranews Sumbar

Dahlan: SE Buat BUMN Berani Tolak Kongkalikong

Senin, 29 Oktober 2012 15:28 WIB
Image Print
Dahlan Iskan. (ANTARA)

Jakarta, (ANTARA) - Menteri BUMN Dahlan Iskan menegaskan, BUMN saat ini akan lebih percaya diri untuk menolak memberikan "jatah" sekaligus melakukan kongkalikong dengan oknum yang tidak bertanggungjawab. Pernyataan Dahlan itu menyusul diterbitkannya Surat Edaran (SE) nomor 542 tentang Pengawalan APBN 2013-2014. "Yang penting teman-teman BUMN lebih percaya diri tidak mau ngasih lagi. Saya kan pimpinan BUMN," tutur Dahlan saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, terkait dengan penerbitan surat edaran yang mengimbau para pimpinan BUMN, lembaga pemerintah dan non-pemerintah agar mengabaikan ajakan kongkalikong oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Dahlan beralasan, surat edaran tersebut dapat menjadi senjata ampuh bagi BUMN untuk mengabaikan tawaran yang tidak sesuai dengan praktik tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG). "Kenapa saya buat surat edaran itu, supaya teman-teman BUMN bisa menunjukkan surat edaran kalau ada orang yang mengajak kongkalikong. Bilang saja ini lho ada surat dari pak menteri," paparnya. Ia menggarisbawahi, sebelum dikeluarkannya surat edaran tersebut, terdapat BUMN yang bisa diajak untuk melakukan kongkalikong. "Dalam pengertian kala diajak ketemu di hotel atau restoran, kalau mereka tidak mau nanti dikira sombong, mentang-mentang sudah menjadi direktur utama BUMN sehingga tidak mau diajak ketemuan," ujar Dahlan menirukan kebiasaan pihak-pihak yang mengajak kongkalikong para pejabat BUMN. Lebih jauh diungkapkannya, surat edaran itu juga membuat BUMN dapat terbebas dari oknum yang tidak bertanggungjawab. "Mereka [BUMN] bilang kalau mereka senang dengan adanya surat edaran. Jadi menolak ajaran kongkalikong enak sekali, ngomongnya pun enak, tidak harus muter-muter dan tinggal nunjuk surat edaran tersebut," imbuhnya. Bila BUMN nantinya dipersulit oleh pihak manapun setelah menolak melakukan kongkalikong, Dahlan berpendapat BUMN harus tetap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. "Ketika masih menjabat sebagai direktur utama PT PLN Persero, saya juga menemui hal yang serupa," tuturnya. Kendati demikian, Dahlan mengklaim bahwa dirinya tidak berkeinginan membongkar identitas pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut. "Saya kan sudah satu tahun menjadi menteri dan tidak pernah mengungkap kepada publik. Yang penting, saya bisa membentengi teman-teman di BUMN dan saya bangga akan teman-teman BUMN karena tidak mau diajak kongkalikong. Itu kewajiban saya. Soal orang luar, mereka punya ketentuan sendiri," ucapnya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026