Konflik AS-Iran, Denmark dan Latvia pindahkan pasukan dari Irak

id Denmark,Latvia,pindahkan pasukan dari Irak,pembunuhan Qassem Soleimani,jenderal Iran,pasukan Amerika Serikat

Konflik AS-Iran, Denmark dan Latvia pindahkan pasukan dari Irak

Pesawat Tornado Angkatan Udara Taktis Wing 51 "Immelmann" terlihat saat pergelaran di pangkalan udara Bundeswehr di Jagel dekat perbatasan Jerman-Denmark, Jumat (4/12). Majelis parlemen rendah Jerman Bundestag diharapkan mendukung rencana yang disetejui kabinet Merkel awal minggu ini untuk menurunkan 1.200 tentara, jet pengintai Tornado, pesawat pengisi bahan bakar dan kapal pengawal sebagai operasi militer melawan kelompok militan ISIS. (REUTERS/Fabian Bimmer)

Copenhagen (ANTARA) - Denmark untuk sementara akan memindahkan beberapa personel militernya dari pangkalan udara Al-Asad di Irak, yang diserang rudal Iran pada Rabu (8/1), kata Perdana Menteri Mette Frederiksen.

Mette mengatakan kepada para wartawan bahwa 30 hingga 40 tentara dari total 130 anggota pasukan Denmark akan tetap berada di pangkalan tersebut. Sisanya dipindahkan ke Kuwait.

Pasukan Denmark berada di pangkalan itu sebagai bagian dari koalisi internasional untuk memerangi ISIS di Irak dan Suriah.

Prajurit-prajurit Denmark yang ditempatkan di Ibu Kota Irak, Baghdad, juga akan pergi untuk sementara ke Kuwait, kata Mette.

Latvia mengatakan pihaknya juga akan menarik enam tentaranya dari Irak, yang dilekatkan pada kontingen Denmark, dan mereka juga akan dipindahkan ke Kuwait.

"Pertama-tama, (keputusan) ini diambil terkait masalah keamanan dan, alasan kedua adalah, bahwa semua pelatihan di Irak saat ini dihentikan," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Latvia Kaspars Galkis melalui telepon.

Pasukan Iran pada Rabu dini hari menembakkan rudal ke pangkalan-pangkalan militer yang ditempati pasukan AS di Irak. Iran mengatakan serangan itu merupakan pembalasan atas pembunuhan komandan Iran berpengaruh, Qassem Soleimani, pada 3 Januari oleh Amerika Serikat melalui serangan pesawat nirawak.

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar