
BKSDA prediksi delapan knop Bunga Raflesia mekar di Agam

Lubukbasung (ANTARA) - Balai Konservasi Sumbar Daya Alam (BKSDA) memprediksi sebanyak delapan knop Bunga Rafflesia jenis Arnoldi akan mekar di Data Simpang Dingin, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat selama satu bulan kedepan.
Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Ade Putra di Lubukbasung, Minggu, mengatakan delapan knop itu akan mekar sempurna satu minggu sampai satu bulan kedepan.
"Dalam minggu depan akan ada satu knop yang akan mekar sempurna, karena sudah ada tanda-tanda knop sudah berwarna merah," katanya.
Ia mengatakan, delapan knop bunga langka itu berada di dua tempat titik populasi dengan jarak 100 meter.
Di titik pertama, tambahnya, ada lima knop yang akan mekar, satu yang sudah mekar sempurna pada hari keempat dengan diameter 70 sentimeter.
Selain itu ada 12 knop yang masih kecil yang akan mekar beberapa bulan ke depan.
"Lokasi itu juga ada bunga Rafflesia yang sudah mekar sempurna beberapa bulan dan kelopak sudah berwarna hitam," katanya.
Sementara di titik kedua, ada tiga knop yang akan mekar sempurna selama satu bulan ke depan.
Selain itu juga ada enam knop yang masih kecil dan dua knop yang sudah melewati fase mekar sempurna.
"Kita telah memasang papan informasi dan larangan agar tidak merusak karena dilindungi Undang-undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya," tambahnya.
Ia mengakui, di Agam terdapat 13 titik sebaran populasi bunga Rafflesia yang sebagian besar terdapat di daerah sekeliling Danau Maninjau di enam nagari atau desa adat.
Ke enam nagari itu yakni, Nagari Koto Kaciak, Tanjung Sani, Paninjauan, Matua Mudiak, Maninjau dan Duo Koto.
Salah seorang warga Paninjauan, Ida (53) menambahkan saat ini belum ada pegunjung yang datang ke lokasi mekarnya bunga itu, karena warga belum mengetahui.
Namun saat mekar beberapa bulan lalu, setiap hari dikunjungi warga untuk melihat secara dekat bunga langka itu.
"Berkemungkinan pengunjung akan berdatangan ke lolasi, karena akan banyak yang mekar," katanya.
Pewarta: Ari Yusrizal
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
