Pasokan melimpah harga ikan nila di Agam turun

id berita agam, berita sumbar, ikan nila

Pasokan melimpah harga ikan nila di Agam turun

Bupati Agam Indra Catri sedang berdialog dengan pedagang ikan di Pasar Impres Padang Baru Lubukbasung. (Antara/Yusrizal)

Lubukbasung (ANTARA) - Harga ikan nila di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat turun dari Rp25 ribu menjadi Rp18 ribu per kilogram akibat persediaan cukup banyak di pedagang pengumpul.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan AgamErmanto di Lubukbasung, Rabu, mengatakan harga ikan nila itu turun sebesar Rp7 ribu per kilogram.

"Biasanya harga ikan nila di pasar tradisional Rp25 ribu per kilogram," katanya.

Ia mengatakan, harga ikan nila itu turun akibat persediaan ikan cukup banyak karena kabupaten dan kota se-Sumbar sudah banyak melakukan budidaya ikan nila.

Ikan hasil produksi kabupaten dan kota itu langsung dipasarkan di daerah itu, sehingga daerah pemasaran ikan di Agam berkurang.

Dengan kondisi itu, persediaan ikan cukup banyak sehingga harga ikan nila turun dari harga biasanya.

"Ini sesuai dengan hukum ekonomi apabila permintaan sedikit harga akan turun dan apabila permintaan banyak harga akan naik," katanya.

Pada 2019, DPKP Agam menargetkan produksi ikan sebanyak 50.000.

Target ini berkurang dari target 2018 karena pada tahun lalu target produksi ikan 56.000 ton.

Agar target ini tercapai, tanbahnya, menambah lokasi mina padi seluas lima hektare, menambah kolam terpal 11 hektare

Selain itu, pembenahan kolam air deras di lahan seluas 20 hektare, mencetak kolam baru lima hektare dan lainnya.

"Ini program kita pada tahun ini dalam mencapai target produksi ikan air tawar, karena Danau Maninjau dalam kondisi tercemar berat, sedangkan danau merupakan penghasil terbanyak ikan air tawar," katanya.

Salah seorang pedagang ikan di Pasar Impres Padang Baru Lubukbasung, Warni (51) mengatakan harga ikan turun semenjak tiga minggu lalu dari Rp25 ribu menjadi Rp18 ribu per kilogram.

"Harga ikan turun semenjak tiga minggu lalu," katanya.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar