Logo Header Antaranews Sumbar

Shanghai Mulai Pilah Unggas

Jumat, 5 April 2013 16:06 WIB
Image Print

Shanghai, (Antara/Xinhua-OANA) - Pemerintah di Shanghai, Kamis (4/4), menutup semua daerah perdagangan unggas hidup di satu pasar produk pertanian dan mulai menyembelih semua unggas di sana, setelah dideteksinya virus flu unggas H7N9 dari sampel merpati dari pasar itu. Sementara itu, satu orang yang telah mengadakan kontak aktif dengan seorang pasien flu unggas H7N9 yang meninggal di Shanghai telah dirawat di ruang karantina setelah ia terserang gejala demam, hidung berair dan sakit tenggorokan, kata Komisi Keluarga Berencana dan Kesehatan Kotapraja Shanghai, Kamis larut malam (4/4). Setelah analisis rangkaian gen, laboratorium rujuk flu unggas nasional menyimpulkan rangkaian virus H7N9 yang ditemukan pada merpati sangat mirip dengan yang ditemukan pada orang yang terinfeksi virus H7N9, kata kementerian tersebut. Komisi Pertanian Kotapraja Shanghai menyatakan telah memerintahkan dibuangnya unggas yang sudah dipilah, kotoran mereka dan makanan yang tercemar serta penyemprotan disinfektan terhadap pasar tersbeut dan kendaraan yang membawa hewan itu serta benda lain yang telah terkena kontak dengan hewan tersebut. Komisi itu juga akan menyelidiki dan melacak tempat asal merpati tersebut, katanya. Sementara itu, lembaga tersebut memerintahkan penutupan daerah perdagangan unggas hidup di dua pasar di Kabupaten Minhang, setelah sampel di sana didapati mengandung virus flu uanggas H7N9. Shanghai melaporkan dua kematian lagi akibat flu unggas H7N9 pada Kamis, sehingga jumlah pasien yang meninggal akibat rangkaian baru virus yang mematikan itu menjadi lima di seluruh negeri tersebut. Kota itu telah melaporkan enam penularan setakat ini, dan empat orang telah meninggal, kata Komisi Keluarga Berencana dan Kesehatan Kotapraja Shanghai. Di antara dua kasus lagi, seorang perempuan yang berusia 67 tahun berada dalam kondisi kritis dan bayi yang berusia empat tahun mulai pulih dari penyakit ringan yang dideritanya, tambanya. Dari dua kematian paling akhir, seorang perempuan yang bermarga Yu meninggal di Rumah Sakit Huashan, Rabu (3/4), dan pada Kamis dikonfirmasi ia terinfeksi rangkaian virus H7N9. Yu terserang demam ringan pada 27 Maret dan dikirim ke unit perawatan intensif di Rumah Sakit Huashan pada 2 April. Ia meninggal sehari kemudian. Kasus lain melibatkan seorang pria yang berusia 48 tahun dan bermarga Chu, pengantar unggas dari Rugao di Provinsi Jiangsu, yang bertetangga. Ia terserang batuk pada 28 Maret. Setelah terserang demam pada Senin, ia pergi ke klinik swasta untuk berobat. Lelaki itu kemudian minta bantuan di Rumah Sakit Tongji di Shanghai pada Rabu dini hari, setelah kondisinya memburuk. Chu meninggal tiga jam setelah dirawat di rumah sakit tersebut. Ia pada Kamis dikonfirmasi terinfeksi virus H7N9. Delapan orang yang mengadakan kontak aktif dengan dia telah memperlihatkan gejala tidak normal. Sejauh ini, China telah mengkonfirmasi 14 kasus H7N9 --enam di Shanghai, empat di Jiangsu, tiga di Zhejiang dan satu kasus di Anhui, dalam kasus pertama infeksi pada manusia rangkaian virus yang kurang diketahui tersebut. Di antara semua kasus, empat meninggal di Shanghai dan satu meninggal di Zhejiang. Dinas kesehatan dan rumah sakit di banyak provinsi China telah menyiagakan staf mereka untuk menghadapi kemungkinan penularan virus itu. (*/wij)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026