LL Dikti Wilayah X serahkan SK Profesor ke dosen UPI YPTK Padang

id Berita Padang,LL Dikti Wilayah X,Profesor UPI YPTK Padang,berita kampus di sumbar

LL Dikti Wilayah X serahkan SK Profesor ke dosen UPI YPTK Padang

LL Dikti Wilayah X serahkan SK Profesor ke dosen UPI YPTK Padang (Antara/Ist).

Padang, (ANTARA) - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah X Prof Herri menyerahkan surat keputusan (SK) kenaikan jabatan akademik kepada seorang dosen dari Universitas Putra Indonesia YPTK Padang, Sumatera Barat.

"Selamat kepada Dr Jufriadif Na'am yang telah mendapatkan gelar Profesor," kata dia di Padang, Rabu, saat penyerahan SK kenaikan jabatan akademik di ruang sidang gedung utama LL Dikti Wilayah X.

Dr Jufriadif Na’am sudah meraih gelar Profesor dalam bidang ilmu komputer sejak 1 September 2019, namun baru mendapatkan SK.

Prof Herri berpesan supaya tetap semangat lagi dalam melakukan penelitian atau penemuan baru ke depannya.

"Jadikan ini titik untuk terus berkarya dalam bentuk buku, karya ilmiah sebagai kewajiban seorang guru besar dalam menyampaikan pikirannya kepada masyarakat,” kata dia menambahkan.

Pada kesempatan itu ia juga berharap para dosen di Universitas Putra Indonesia YPTK Padang dan di lingkungan LL Dikti Wilayah X juga termotivasi untuk mencapai gelar Profesor dan mengahasilkan karya-karya baru.

“Bimbing terus dosen-dosen lain dalam meningkatkan karir, atmosfir akademik yang terus meningkat," pesannya.

Ia juga berharap ke depannya banyak karya ilmiah yang lahir dari UPI YPTK Padang.

"Bentuk pusat penelitian (research centre), perbanyak seminar, dan kajian ilmiah yang membahas isu besar dalam teknologi informasi, seperti artificial intelligence, robotik dan lain-lain,” katanya berpesan pada para dosen PTS di lingkungan LL Dikti wilayah X.

Ia mengatakan Prof Jufriadif Na’am merupakan guru besar yang kedua di Universitas Putra Indonesia YPTK Padang.

"Saat ini di LL Dikti Wilayah X tercatat sudah ada 24 dosen dengan jabatan akademik profesor," katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar