SEA Games 2019: Perburuan emas kontingen Indonesia bergerak ke klaster Clark

id Renang sea games 2019, sea games 2019, gagarin nathaniel yus,bulutangkis sea games,boling sea games,skateboard sea games

SEA Games 2019: Perburuan emas kontingen Indonesia bergerak ke klaster Clark

Atlet renang Indonesia Gagarin Nathaniel Yus melakukan latihan di New Clark Aquatic Centre Filipina, Selasa (3/12/2019). ANTARA/HO/PRSI

Manila, Filipina (ANTARA) - Perburuan medali emang SEA Games 2019 bagi kontingen Indonesia di Filipina bakal mulai bergerak dari semula di klaster Metro Mania ke klaster Clark, di mana cabang olahraga renang mulai dipertandingkan.

Berdasarkan jadwal dari penyelenggara SEA Games 2019 atau Phisgog, Rabu, ada enam medali emas yang akan diperebutkan pada hari pertama pelaksanaan cabang olahraga renang di New Clark Aquatic Centre dan Indonesia banyak memiliki peluang untuk merebut emas.

Pada nomor 400 meter gaya bebas putra ada nama Aflah Fadlan Prawira, berikutnya di nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri adalah Adinda Larasati dan Azzahra Permatahani, nomor 100 meter gaya bebas putri dan Ressa Kania Dewi dan nomor 100 meter gaya dada putra lewat Gagarin Nathaniel Yus.

"Di SEA Games 2017, saya berhasil merebutnya. Dan mempertahankan medali memang lebih sulit. Saya akan berusaha keras dan mohon doa yang terbaik untuk bisa mempersembahkan emas," kata Gagarin dalam keterangan resminya.

Selain Gagarin, nomor lain yang bisa memberikan kejutan adalah 100 meter gaya punggung putra. Ada dua perenang yang turun yakni I Gede Siman Sudartawa dan perenang muda berusia 17 tahun, Farrel Armandio Tangkas.

"Siman memang saat ini menempati peringkat tiga di ASEAN dan nomor dua waktu di SEA Games 2017. Dengan persiapan tiga bulan di Amerika Serikat, semoga saja bisa memberikan kejutan. Apapun bisa terjadi. Tapi nomor andalan Siman bukan 100, melainkan 50 meterre gaya punggung," kata pelatih Albert Sutanto.

Selain dari renang, emas Indonesia diharapkan bisa disumbang cabang bulu tangkis dari tim putra yang di final bakal menghadapi Malaysia. Peluang emas cukup besar mengingat Indonesia menurutkan pemain terbaik seperti Jonathan Christie (Jojo) dan Antony Sinisuka Ginting.

Jika Jojo dan kawan-kawan menjadi yang terbaik maka bakal menjadi emas pertama dari olahraga tepok bulu itu setelah tim putri Indonesia hanya meraih medali perak setelah di final dikalahkan tim Thailand dengan skor 1-3.

Bowling yang mempertandingkan nomor dobel putra dan putri di Coronado Lanes Metro Manila juga mempunyai peluang untuk menggondol medali karena atlet terbaik Indonesia turun seperti Tannya Roumimper di sektor putri dan Ryan Lalisang di sekor putra.

Dari Tagaytay, cabang olahraga skateboard juga sudah mulai petualangan mengejar emas. Ada dua nomor yang dipertandingkan yaitu women game of state yang menurunkan Nyimas Bunga Cinta dan Kyandra Kailana serta nomor men game of state lewat Basral Graito Utomo dan Gregorius Aldwien Angkawijaya.

Sebagaimana diketahui, beberapa banyak pertandingan yang mundur dari jadwal mengingat di beberapa wilayah yang menjadi lokasi pertandingan kejuaraan dua tahunan ini terkena dampak topan kammuri yang ditandai dengan hujan lebat dan angin kencang.

Hingga Selasa (3/12), kontingen Indonesia masih tertahan di posisi empat klasemen sementara SEA Games 2019 dengan raihan 12 emas, 20 perak dan 18 perunggu. Sedangkan di posisi puncak ada tuan rumah Filipina dengan 47 emas, 31 perak dan 17 perunggu.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar