Logo Header Antaranews Sumbar

Budidaya Jabon dan Sengon Menguntungkan

Kamis, 4 April 2013 19:08 WIB
Image Print
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan budidaya tanaman pohon jabon dan sengon merupakan usaha yang menguntungkan saat ini karena besarnya permintaan pasar di industri kayu dan kertas. "Tanam pohon jabon dan sengon itu sangat menguntungkan, jadi keliru kalau tidak tanam pohon. Dengan menanam pohon bisa dapat banyak rezeki, karena ini pasokannya masih kurang, orang berebut mencari," kata Zulkifli Hasan di Jakarta, Kamis. Menurut dia, jumlah pasokan kedua jenis tanaman tersebut saat ini masih kurang karena tingginya permintaan dari luar negeri seperti Eropa, Amerika Serikat, Timur Tengah dan Jepang. "Jabon dan sengon masih kurang karena masih muda umur pohonnya sudah ditebangi karena tingginya permintaan," katanya. Menurut dia, selain jabon dan sengon, ada 13 jenis pohon lainnya yang bersifat cepat tumbuh. Menurut dia, budidaya pohon jabon dan sengon sangat menguntungkan karena modal yang diperlukan sangat kecil yakni Rp300 per bibit. Dengan masa tanam yang memerlukan waktu lima tahun, pelaku usaha bisa menjual pohon hingga Rp1 juta per batang. "Dalam waktu lima tahun, harga jualnya jadi Rp1 juta per batang, masa nggak mau?" katanya. Dia menambahkan saat ini Kementerian Kehutanan tengah mengembangkan program pemuliaan tanaman untuk mempercepat masa tumbuh pohon dengan menggandeng beberapa universitas di Indonesia termasuk Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026