Logo Header Antaranews Sumbar

Lebanon Sensus Pengungsi Suriah

Rabu, 3 April 2013 14:50 WIB
Image Print

Beirut, (Antara/Xinhua-OANA) - Kementerian Dalam Negeri dan Kotrapraja Lebanon, Selasa (2/4), melakukan sensus menyeluruh mengenai pengungsi Suriah di Lebanon, dan memberi mereka tanda pengenal khusus, kata seorang pejabat kepada Xinhua. Kartu tanda pengenal (ID) itu akan membantu pengungsi menerima bayaran bulanan, menutup biaya medis mereka, mendaftar di sekolah dan universitas serta mengidentifikasi mereka di pos pemeriksaan militer, kata pejabat tersebut --yang tak ingin disebutkan jatidirinya. Satu pekan sebelumnya, kementerian itu memberitahu pemerintah lokal agar mengumpulkan data pengungsi yang diperlukan, termasuk nama lengkap mereka, nama ayah dan ibu, tempat lahir, pendaftaran ID di Suriah, agama dan alamat tempat tinggi di Lebanon serta di Suriah. "Para pengungsi itu bertengkar dengan Pemerintah Lebanon dalam masalah yang berkaitan dengan bantuan sosial dan rumah sakit yang disediakan oleh Pemerintah Lebanon," kata Brigadir Jenderal Pierre Salem, Kepala Komite Keamanan bagi Pengungsi di kementerian tersebut, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu siang. Lebanon telah mengajukan rencana untuk memohon bantuan keuangan sebesar 370 juta dolar AS guna membantu negeri itu menangani pengungsi Suriah. Dewan Tinggi Pengungsi PBB (UNHRC) mengatakan di dalam laporan paling akhirnya jumlah orang Suriah di Lebanon telah mencapai 396.000, 251.000 di antara mereka terdaftar dan sisa 145.000 masih dalam proses penyelesaian pendaftaran mereka. Komisaris UNHRC Antonio Guterres mengumumkan selama kunjungannya belum lama ini ke Lebanon bahwa jumlah pengungsi Suriah di Lebanon mencapai 10 persen dari seluruh penduduk Lebanon. Pada Senin (1/4), Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) menyatakan sebanyak 48.000 orang Suriah dipaksa meninggalkan negara mereka --yang dicabik pertempuran-- dan berlindung di Lebanon pada Maret. Suriah telah menghadapi kerusuhan selama lebih dari dua tahun, sehingga memaksa puluhan ribu warganya menyelamatkan diri ke berbagai negara tetangga. Sementara itu pemerintah di Ankara, Selasa, mengumumkan sebanyak 191.993 pengungsi Suriah saat ini berlindung di Turki. Di dalam pernyataan tertulis, Direktorat Penanganan Keadaan Darurat dan Bencana di Kementerian Turki (AFAD) mengatakan Turki telah mendirikan 10 kota tenda di Hatay, dua di Sanliurfa, tiga di Gaziantep dan satu masing-masing di Osmaniye, Kahramanmaras, Adana dan Adiyaman, dan juga kota peti kemas di Kilis, Sanliurfa dan Gaziantep. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026