
Pengamat: Nama SBY Jadi Pemersatu Partai Demokrat

Jakarta, (Antara) - Pengamat Politik dari Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan nama Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dapat menjadi pemersatu Partai Demokrat. "Nama Pak SBY sebagai ketua umum bisa dijadikan pemersatu, minimal Kongres Luar Biasa (KLB) tidak kisruh, tapi apakah berhenti sampai disitu," ujar Yunarto Wijaya saat dihubungi di Jakarta, Senin. Ia menjelaskan, sebagai ketua umum sekaligus Presiden Republik Indonesia, Yudhoyono perlu ditopang oleh orang-orang yang fokus terhadap internal partai melalui pengurus harian. Namun, dia berpendapat bahwa terpilihnya Syarif Hasan sebagai ketua harian yang juga menjabat sebagai Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dinilai Yunarto dapat menimbulkan kritik. "Pak SBY mencoba untuk membuat solusi melalui pengurus harian, namun orang-orang yang terpilih malah pejabat negara, hal ini menimbulkan kritik karena tugas negara itu berat," ucapnya. Dengan demikian, lanjutnya, kader-kader di bawah partai yang berlambang "mercedes benz" ini harus bekerja lebih keras agar dapat bertarung pada Pemilu 2014. Yunarto mengemukakan, optimisme yang timbul dengan terpilihnya Yudhoyono sebagai ketua umum dan pengurus harian lainnya adalah kebisingan internal Partai Demokrat yang dapat mengganggu stabilitas politik nasional dapat segera berakhir. "Ketika terpilih secara aklamasi, kebisingan politik diharapkan dapat berakhir, setidaknya dapat dilokalisir di internal partai," ujar Yunarto. Yudhoyono terpilih sebagai ketua umum Partai Demokrat secara musyawarah mufakat pada KLB di Sanur, Bali, Sabtu (30/3). Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu bersedia menjadi ketua umum dengan dua syarat, pertama, jabatan ketua umum bersifat sementara paling lama dua tahun atau setelah berakhirnya proses Pemilihan Umum 2014, kemudian kedua, diizinkan untuk menunjuk ketua harian, ketua harian Dewan Pembina, dan wakil ketua Majelis Tinggi.(*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
