Logo Header Antaranews Sumbar

Bulog Sumbar Distibusikan 10.500 Ton Raskin

Senin, 1 April 2013 11:33 WIB
Image Print

Padang, (ANTARA) - Perum Divisi Regional Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumbar telah mendistribusikan beras miskin (Raskin) sebanyak 10.500 ton kepada masyarakat berpenghasilan rendah. "Kita telah mendistribusi raskin sebanyak 10.500 ton sejak Januari hingga Maret 2013,"kata Kepala Divisi Regional Bulog Sumbar, Abdullah Jawas, di Padang, Senin. Menurut dia, raskin yang telah distribusikan tersebut hanya di 16 kota/kabupaten yang ada di Sumbar, sementara Kabupaten Kepulauan Mentawai belum distribusikan. "Hingga saat Bupati Kabupaten Kepuluan Mentawai belum belum menandatangai surat keputusan untuk penyaluran raskin bagi masyarakat berpenghasilan rendah,"ungkap dia. Dalam SK tersebut akan ditentukan jumlah penerima raskin yang ada di Kabupaten Kepuluan Mentawai. Makanya, kami meminta agar pemerintah setempat segera menerbitkan SK ini untuk bisa mempercepat penyaluran distribusi raskin untuk kepentingan masyarakat pra sejahtera. "Untuk itu agar pemerintah setempat segera menerbitkan SK ini untuk bisa mempercepat penyaluran distribusi raskin untuk kepentingan masyarakat pra sejahtera,"jelas Abudllah Jawas. Dia mengatakan, jumlah penerima rumah tangga sasaran (RTS) untuk wilayah Sumbar ada sedikit mengalami penurunan bila dibandingkan tahun 2012. "Dimana tahun 2013 penerima raskin sebanyak 257.431 rumah tangga sasaran (RTS) sedangkan tahun 2012 sebanyak 276.815 RTS dengan jumlah raskin distribusikan sebanyak 525.620 kilogram beras,"jelas Abdullah Jawas. Stok yang tersimpang di gudang Bulog saat sebanyak 17.500 ton, sedang bongkar di Pelabuhan Teluk Bayur sebanyak 2.800 ton dari Jawa Tengah. "Masyarakat Sumbar tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan, beras yang ada di gudang Bulog saat ini masih mencukupi hingga empat bulan,"jelas Abdullah Jawas. Menurut dia, harga jual raskin tersebut kepada masyarakat prasejahtera masih berpatokan harga sebelumnya yakni Rp1600 per kilogram. "Sedangkan masyarakat prasejahtera di Sumbar dibolehkan membeli sebanyak 15 kg beras per RTS dengan harga senilai Rp1.600 per kilogram,"kata dia. Untuk cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Bulog Sumbar juga dinilai cukup. CBP sampai sampai saat ini masih dimanfaatkan untuk tiga kebutuhan yaitu pada saat darurat, kerawanan pangan pascabencana dan stabilisasi harga. Pemerintah provinsi memiliki kewenangan untuk menyalurkan CBP demi menjaga ketahanan pangan rumah tangga bagi korban bencana sebanyak 200 ton setahun. Sedangkan Pemerintah kabupaten/kota memiliki kewenangan untuk menyalurkan maksimal 100 ton setahun. "Jumlah tersebut tidak harus dihabiskan, namun dengan kewenangan tersebut gubernur dan bupati/wali kota mempunyai persediaan beras yang cukup untuk membantu korban bencana pada detik pertama,"ungkap Abdullah Jawas. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026