Logo Header Antaranews Sumbar

Penutupan Jembatan Ampera Jangan Jadi Kekhawatiran Masyarakat

Sabtu, 30 Maret 2013 19:12 WIB
Image Print

Palembang, (Antara) - Panitia pelaksana kejuaraan internasional bertajuk "South Sumatera International Triathlon Duathlon Premium Asian Cup 2013" menyatakan penutupan Jembatan Ampera selama satu jam, Minggu (31/3) pagi, hendaknya tidak menjadi kekhawatiran masyarakat, karena telah direncanakan secara matang. "Perencanaan penutupan Jembatan Ampera selama satu jam ini sudah disosialisasikan ke masyarakat sejak sebulan lalu melalui berbagai media cetak dan elektronik. Jadi tidak perlu menjadi suatu kekhawatiran yang berlebihan, karena dukungan masyarakat pasti sudah ada," kata Ketua Pelaksana Achmad Najib di Palembang, Sabtu. Ia mengatakan, pemerintah daerah berkeinginan memperkenalkan Jembatan Ampera sebagai ikon Kota Palembang ke dunia internasional. Keputusan itu lantaran ajang serupa di beberapa negara (Jerman, Prancis, dan Inggris) juga menggelar di tengah kota. "Jika menggelar pertandingan triathlon di Kompleks Olahraga Jakabaring, maka gaungnya tidak begitu terasa. Tapi, dengan mengizinkan atlet luar negeri melintasi Jembatan Ampera akan berdampak dari segi pariwisata, apalagi beberapa peserta kategori elite triathlon merupakan jajaran 10 besar dunia," katanya. Untuk mengantisipasi kemacetan yang meluas hingga ke beberapa titik, pihaknya berupaya menjalankan jadwal pertandingan sesuai dengan rencana. "Target utama panitia pelaksana yakni bekerja sesuai jadwal. Jadi, atlet harus sudah loncat ke danau untuk berenang pada pukul 06.00 WIB sehingga penutupan jembatan berlangsung antara pukul 06.30-07.30 WIB," katanya. Sebanyak 28 atlet dari 16 negara akan bertanding pada kategori elite triathlon dengan memperebutkan hadiah total Rp1,5 miliar. Sementara, pantauan Antara, pelaksanaan pertandingan untuk hari pertama, Sabtu (30/3), yang mempertandingkan kategori duathlon menyebabkan kemacetan di beberapa titik yakni di persimpangan Jakabaring dan Dekranasda. Meski rute pertandingan duathlon sebatas mengitari kawasan Jakabaring atau tidak melewati Jembatan Ampera, tetap tidak menghindari terjadinya kemacetan di sekitar lokasi. Beberapa siswa Sekolah Menengah Atas terpaksa terlambat tiba ke sekolah karena penutupan jalan di sekitar Kompleks Olahraga Jakabaring. Pertandingan itu sempat molor selama satu jam dari jadwal sehingga baru dimulai pukul 07.00 WIB hingga 09.30 WIB.(*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026