
Mentan: Rantai Tata Niaga Panjang Pengaruhi Harga

Sukabumi, (Antara) - Menteri Pertanian RI Suswono mengatakan rantai tata niaga pertanian yang panjang merupakan salah satu penyebab harga sayuran dan komoditi bumbu dapur mahal atau tinggi. "Rantai tata niaga pertanian yang seperti ini sangat mempengaruhi terhadap harga sayuran sampai tingkat konsumen, karena dengan panjangnya alur tata niaga harga akan terus meningkat seiring banyaknya yang mengambil keuntungan dari tahapan rantai tata niaga tersebut," kata Suswono kepada wartawan di Sukabumi, Sabtu. Menurut dia, seharusnya rantai tata niaga yang seperti ini dipangkas dan tidak perlu banyak tahapan agar harga di tingkat petani sampai ke konsumen tidak terlalu jauh dan kenyataannya saat ini harga sayuran khususnya di tingkat konsumen dua kali lipat dibandingkan dengan harga di tingkat petani. Lebih lanjut, tingginya harga di tingkat konsumen ini merupakan akibat dari panjangnya rantai tata niaga ini, karena pedagang dari tingkat atas banyak yang mengambil untung terlalu besar, padahal untuk pedagang di tingkat pasar atau eceran hanya mengambil untung paling tinggi Rp2.000 setiap kilogramnya. Maka dari itu, pemerintah terus membenahi rantai tata niaga pertanian agar harganya bisa dikendalikan dan oknum yang mempermainkan harga seperti yang mengambil keuntungan besar bisa langsung ditindak. "Kami saat ini terus berupaya agar harga tetap stabil mulai dari tingkat petani sampai pedagang eceran," tambahnya. Dikatakan Suswono, perlu adanya reformasi harga produk hasil pertanian di tingkat petani seperti dengan menstabilkan harga mulai dari tingkat petani. Karena selama ini petani mulai menanam jika harga produk pertanian bergairah. Maka ke depannya pihaknya akan berupaya menghidupkan kembali sektor-sektor pertanian yang ada di Indonesia dan menambah luas lahan setiap tahunnya agar petani bisa terus bergairah untuk melakukan penanaman tanaman pangan. "Selain itu, dengan adanya pembatasan produk pertanian impor juga bisa memberikan angin segar kepada para petani lokal agar bisa terus menanam sepanjang musim. Karena suplai yang tersedia maka dipastikan harga pun akan tetap stabil dengan ditunjang rantai tata niaga yang tidak terlalu panjang," kata Suswono. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
