Logo Header Antaranews Sumbar

Rusia Tahan Para Pemimpin Penting Oposisi

Sabtu, 27 Oktober 2012 21:37 WIB
Image Print

Moskow, (ANTARA/AFP) - Polisi Rusia menahan beberapa pemimpin penting oposisi termasuk Alexei Navalny dan Sergei Udaltsov, dalam satu protes yang dihadiri sekitar 200 orang di pusat kota Moskow pada Sabtu, kata pemprotes di jejaring Twitter. "Saya sedang berjalan di pinggir jalan. Mereka menangkap saya tanpa penjelasan," kata pemimpin gerakan Front Kiri Udaltsov, salah seorang dari para penyelengara terkemuka protes massa terhadap Presiden Vladimir Putin di akun Twitternya. Navalny juga memasang satu foto ketika ia dibawa oleh kendaraan polisi bersama dengan aktivis oposisi lainnya Ilya Yashin. "Alexei Navalny ditahan," kata juru bicara Navalny, Anna Veduta di Twitter. "Warga yang meblokir jalan itu berteriak "memalukan". Sekitar 200 orang berkumpul dekat markas besar Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) untuk memprotes penahanan gelombag terbaru dan tuduhan bahwa seorang pemimpin oposisi disiksa agar membuat satu pengakuan. Para pengunjuk rasa, yang membawa spanduk bertuliskan: "Saya menentang penyiksaan dan penidnasan}, kemudian menyebar, agaknya berusaha untuk tidak melanggar undang-undang Rusia yang menetapkan seorang dapat melakukan protes sendiri tanpa izin dari pihak aparat berwenang. Polisi Moskow mengatakan semua tiga pemimpin oposisi yang ditahan itu akan menghadapi tuduhan-tuduhan administratif karena melangar ketertiban umum. Protes itu dilakukan setelah penahanan dan tuduhan terhadap aktivis Leonid Razvozzhayev, yang Selasa lalu mengemukakan kepada para aktivis hak asasi manusia bahwa pria bertopeng menculik dia minggu sebelum dari Kiev, di mana ia mengajukan permohanan bagi status pengungsi. Ia mengatakan ia kemudian secara diam-diam memasuki Rusia dan ditahan di satu gudang bawah tanah, di mana pria-pria itu menteror dan mengancam dia selama beberapa hari sampai ia setuju bekerja sama, setelah itu ia diserahkan kepada para penyelidik Rusia untuk mencatat satu pengakuan. Razvozzhayev, bersama dengan Udaltsov dan assisten Udaltsov Konstattin Lebedev dituduh bersekongkol melakukan kerusuhan massal setelah satu dokumentasi yang diubah disiarkan di satu stasiun televisi proKremlim mengklaim ketiga orang itu akan menggulingkan Putin. Lebedev dan Razvozzhayev kini mendekam di penjara Lefortovo Moskow, sementara Udaltsov sejauh ini dibebaskan dengan larangan bepergian. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026