
Nekad Cetak Uang Palsu untuk Berobat

Padang Aro, (Antara) - Salah seorang tersangka pencetak uang palsu Zulkarnaini (23) warga Sungai Aro Nagari Lubuak Gadang Timur Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan menyebutkan bahwa dia nekad melakukannya untuk berobat. "Saya menderita sakit jantung sedangkan sekarang tidak ada pekerjaan. Tak ada cara lain, saya nekad mencetak uang palsu ini untuk berobat", kata dia di Padang Aro, Senin. Ia mengatakan, bahwa ia dan rekannya Al (19) mulai melakukan cetak uang palsu sejak 16 Februari tahun ini. "Pertama kali melakukannya kami gagal dan ada sekitar Rp4 juta tahap pertama yang hasilnya tidak seperti yang diharapkan sehingga semuanya dibakar saja," katanya. Ia menyebutkan, untuk mencetak uang palsu ini, dia mengajak Al untuk membeli satu unit printer dengan harga Rp725 ribu di salah satu toko Padang Aro. "Yang pertama kali punya gagasan ini adalah saya sedangkan printer, kertas, serta tinta printer dibeli dengan uang Al," kata Zul. Sedangkan Al menyebutkan, bahwa dia melakukannya hanya untuk bersenang-senang semata bukan untuk hal lainnya. Mantan pengantar air minum isi ulang ini mengatakan, bahwa dia tidak pernah mencetak uang palsu ini sebelumnya. "Semula melakukan cetak uang palsu ini hanya untuk hiburan semata dan sebelumnya belum pernah melakukannya bahkan kerja sebagai operator fotocopy saja tidak pernah," katanya. Ia menyebutkan, uang tersebut tidak ada yang dibawa ke luar daerah bahkan diluar Kecamatan Sangir tidak ada. Uang palsu tersebut dicetak menggunakan printer Canon dengan cara difotocopy oleh para pelaku dan sekarang sudah beredar di masyarakat. Dengan pola fotocopy ini semua seri atau nomor uang sama dan berdasarkan data kepolisian ada tiga serial. Sebagai contoh serial nomor yang beredar yaitu pada pecahan Rp10 ribu JHU763555 dan JHU763554. Keduanya sekarang berada di tahanan Mapolres Solok Selatan untuk mengikuti proses hukum. Sekretaris Daerah Pememrintah Kabupaten Solok Selatan Fachril Murad mengingatkan masyarakat supaya dalam proses jual beli lebih hati-hati. "Sebelum menerima uang sebaiknya dicek dulu keasliannya dengan meraba, menerawang jangan sampai menerima uang palsu," katanya. (rik/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
