DPRD Sumbar perempuan susut

id KPU Sumbar,Legislator Perempuan,DPRD Sumbar

DPRD Sumbar perempuan susut

Ketua KPU Sumbar Amnasmen (ANTARA)

Padang (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat menetapkan 65 calon terpilih anggota DPRD Sumatera Barat periode 2019-2024 telah ditetapkan dan empat orang perempuan, jumlah ini lebih sedikit dari komposisi anggota DPRD periode sebelumnya.

“Pemilih telah menentukan pilihan dalam pemilu lalu dan hanya empat orang calon terpilih perempuan yang berhasil lolos,” kata Amnasmen di Padang, Rabu.

Ia mengatakan keempat wanita tersebut adalah Leli Arni dari PDI Perjuangan yang maju dari daerah pemilihan Sumbar VI meliputi Kota Sawahlunto. Padang Panjang, Kabupaten Dharmasraya, Sijunjung, dan Tanah Datar.

Kemudian Mesra dari Partai Gerindra yang juga maju dari daerah pemilihan Sumbar VI. Setelah itu Siti Izzati Aziz yang maju dari Partai Golkar di daerah pemilihan Sumbar II Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman.

Terakhir, Yunisra Syahiran dari Partai Gerindra yang maju di daerah pemilihan Sumbar IV Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat.

Dari empat orang tersebut hanya Siti Izzati Aziz yang merupakan anggota DPRD 2014-2020 yang mampu mempertahankan kursinya di DPRD Sumbar dengan jumlah suara sebanyak 7.966 suara

Sementara itu, anggota DPRD Sumatera Barat periode 2014-2019 terdapat tujuh wanita yakni Siti Izzati Aziz, Riva Melda, Rahayu Purwanti, Armiati, Endarmy, Marlina Suswati dan Zusmawati.

Dari keseluruhannya, hanya satu orang yang mampu mempertahankan kursinya di DPRD Sumbar periode 2019-2024 yang telah ditetapkan oleh KPU Sumatera Barat.

Amnasmen mengatakan keterwakilan perempuan di DPRD Sumbar 2019-2024 sangat sedikit padahal selama tahapan penyelenggara telah memberikan ruang yang cukup lebar buat caleg perempuan.

Ia menyarankan ke depannya caleg perempuan agar lebih gencar mendekati masyarakat dengan cara sosialisasi program-program yang menyentuh kalangan perempuan dan masyarakat umum.

"Mereka harus membawa isu-isu yang mengena selama kampanye. Harus lebih giat," kata dia.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar