Adiensi dengan Wiranto, PWI rencanakan peringatan HPN 2020 di Papua

id Pwi, atal s depari, hpn

Arsip - Ketua umum PWI Pusat Atal Sembiring Depari (kanan) memberi penghargaan Kartu Pers Nomor Satu kepada Direktur Pemberitaan Perum LKBN Antara Akhmad Munir (kiri) saat puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/2/2019). Peringtan HPN 2019 tersebut mengangkat tema 'Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital'. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Jakarta, (ANTARA) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) berencana menjadikan Papua sebagai tuan rumah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2020, dengan berbagai agenda yang sedang dipersiapkan.

"Setiap tahun kan ada HPN. Kali ini kami rencanakan di Jayapura, di Papua," kata Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, usai beraudiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, di Jakarta, Senin.

Atal didampingi jajaran Pengurus PWI Pusat, di antaranya Mirza Zulhadi (Sekjen), Suprapto (Wakil Sekjen), kemudian Peter F Gontha dan Asro Kamal Rokan sebagai anggota Dewan Kehormatan PWI.

Jajaran PWI telah menyampaikan rencana penyelenggaraan peringatan HPN 2020 di Papua kepada Wiranto, dan disambut baik.

Menurut dia, pemilihan Papua sebagai tuan rumah HPN 2020 merupakan inisiatif dari PWI untuk menunjukkan kepada dunia mengenai realitas yang terjadi di wilayah itu.

"Kami ingin menunjukkan kepada dunia. mungkin melalui event Pers Nasional itu, HPN bahwa Papua itu tidak seperti yang digambarkan selama ini," katanya.

Papua, kata dia, sudah sedemikian terbuka sebagaimana daerah-daerah lainnya yang ada di Indonesia, termasuk juga dengan akses transportasinya.

"Saya sudah puluhan kali (ke Papua). Jayapura itu sudah puluhan kali saya balik toh. Kemudian saya ke Timika, Fakfak, Manokwari, kemudian saya juga sampai ke kabupaten, sama saja," katanya lagi.

Atal Depari mengatakan selama ini digambarkan seolah-olah di Papua tidak ada kebebasan, demokrasi, dan sebagainya, padahal kenyataannya tidak demikian.

"Lihatlah Papua seperti apa. Sebenarnya kan enggak ada apa-apa. Apa pun dilakukan sama saja dengan wilayah di sini," katanya pula.

Akan tetapi, kata dia, ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan pencitraan buruk di Papua melalui lobi-lobi internasional untuk keuntungan diri sendiri, dan negara Indonesia sangat dirugikan. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar