
Efi Puji Keseriusan Myanmar Sebagai Tuan Rumah

Jakarta, (Antara) - Federasi Equestrian Indonesia (EFI) yang tampil sebagai juara umum turnamen Pra-SEA Games XXVII di Naypyidaw, Myanmar, pada 14-17 Maret 2013, memuji keseriusan pihak tuan rumah dalam mempersiapkan pesta olahraga Asia Tenggara tersebut. "Kalau saya boleh menilai persiapan Myanmar luar biasa di luar dugaan, venue yang mereka bangun sangat luar biasa, kuda yang disediakan juga sesuai standar yang akan dipertandingkan," kata Manajer Tim sekaligus Ketua Bidang Lomba Federasi Equestrian Indonesia (EFI) Prasetiono Susmikum saat bersama tim tiba di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Senin. Meski demikian Tion menyayangkan masih kurangnya jumlah kuda yang disediakan oleh tuan rumah mengingat kebutuhan pertandingan di lima nomor dalam tiga kategori yaitu tunggang serasi tim dan perorangan, halang rintang tim dan perorangan serta ketahanan perorangan. "Yang kami sayangkan dalam turnamen ini kudanya masih terbatas, sehingga kuda yang kami pakai untuk tunggang serasi sehari sebelumnya juga digunakan untuk halang rintang, sehingga sudah kami paksa-paksa untuk loncat-loncat," ujar Tion. Hal senada juga disampaikan oleh pelatih tunggang serasi Larasati Gading yang mengakui terkendala dengan penggunaan kuda cadangan bagi tim Indonesia. "Kami juga mengalami kendala untuk kuda yang seharusnya kami dapatkan, tidak bisa digunakan sehingga terpaksa memakai kuda cadangan, bukan dipersiapkan secara khusus (untuk halang rintang)," kata peraih medali emas nomor tunggang serasi pada SEA Games Palembang pada 2011 lalu tersebut. "Bahkan pemiliknya sendiri mengatakan itu kudanya baru pertama kali lompat. Tapi mau tidak mau harus menjalankan," ujar Larasati menambahkan. Terlepas dari itu, Tion dan juga Larasati mengakui kagum dengan keseriusan Myanmar mempersiapkan SEA Games 2013 yang akan digelar pada Desember mendatang. "Kalau anda lihat jalan mereka menyiapkan jalan sebesar jalan tol di sini, sementara bandara baru mereka juga sangat baik," ujar Tion. Perhelatan pesta olahraga Asia Tenggara ke-27 tersebut akan diselenggarakan di Naypyidaw, ibu kota baru Myanmar semenjak tahun 2005 lalu. Naypyidaw merupakan kota terbesar ketiga di Myanmar setelah Yangon, bekas ibu kota terdahulu serta Mandalay. Naypyidaw menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan penduduk paling pesat dan mencapai jumlah populasi 925 ribu jiwa pada 2009. Tim Equestrian Indonesia berhasil menjadi juara umum dalam turnamen uji coba pra SEA Games di Naypyidaw, Myanmar pada 14-17 Maret 2013 dengan memperoleh dua medali emas dan satu medali perak. Dua medali emas untuk delegasi Indonesia dipersembahkan oleh Adhita Indra untuk nomor tunggang serasi perorangan dan nomor tunggang serasi tim saat berpasangan dengan Alvaro Menayang. Sementara medali perak disumbangkan oleh Otto Satyawan pada nomor ketahanan perorangan. Turnamen tersebut mempertandingkan lima nomor yaitu ketahanan perorangan, tunggang serasi tim, tunggang serasi perorangan, halang rintang tim dan halang rintang perorangan. Sebanyak 30 atlet dari enam negara termasuk Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Kamboja dan tuan rumah Myanmar.(*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
