MUI Pariaman ajak warga itikaf masuki akhir Ramadhan

id Pariaman

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pariaman, Sumatera Barat Sofyan Jamal sedang ceramah pada safari Ramadhan yang diselenggarakan pemerintah kota setempat di Surau Kajai, Desa Kampung Apar, Kecamatan Pariaman Selatan, Sabtu (18/5). (ANTARA SUMBAR/ Aadiaat M.S)

Pariaman (ANTARA) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pariaman, Sumatera Barat Sofyan Jamal mengimbau warga di daerah itu untuk melaksanakan itikaf di masjid saat memasuki akhir Ramadhan 1440 Hijriah.

"Sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, semakin akhir Ramadhan semakin sering habiskan waktu di masjid dan musala untuk beritikaf," kata dia di Pariaman, Sabtu.

Ia mengatakan itikaf merupakan kegiatan berdiam diri untuk mengintropeksi diri atas perbuatan yang dilakukan guna mencari keridhaan Allah.

Meskipun itikaf bisa dilakukan di luar bulan Ramadhan namun kegiatan tersebut mendapatkan pahala serta dapat membantu umat Islam menjaga ibadah puasanya dari perilaku yang merusak pahala puasa.

"Salah satu perbuatan yang dapat merusak pahala puasa yaitu ghibah atau menggunjing," katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya ia meminta warga untuk fokus beribadah di masjid dan musala apalagi akhir Ramadhan agar mendapatkan pahala melimpah.

Apabila telah memasuki lebaran, kata dia maka warga hendaknya menerapkan hidup sederhana yang mana telah dilatih selama Ramadhan.

Ia menyampaikan dengan menerapkan pola hidup sederhana maka warga tidak saja dapat menekan pengeluaran namun juga menjaga kesehatan.

"Jangan mengonsumsi makanan dan minuman yang berlebihan karena akan berdampak pada kesehatan," ujar dia.

Ia mengimbau generasi muda di daerah itu agar merayakan lebaran dengan tertib atau tidak ugal-ugalan serta tidak menyampaikan pernyataan yang dapat menimbulkan kerusuhan.

Ia juga meminta agar warga di daerah itu untuk selalu menjaga persatuan dan keharmonisan dalam bernegara.

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar