BPNB bantu Sawahlunto antisipasi longsor

id BNPB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membantu Sawahlunto dalam mengantisipasi longsor berupa pemasangan pengaman jalan dengan pancang besi, pembuatan dam pengaman jalan dan pembuatan saluran (drainase) jalan permukiman. (Dok. Humas Pemkot Sawahlunto)

Sawahlunto (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membantu Sawahlunto dalam mengantisipasi longsor berupa pemasangan pengaman jalan dengan pancang besi, pembuatan dam pengaman jalan dan pembuatan saluran (drainase) jalan permukiman.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Penanggulangan Bencana Daerah (Kesbangpol - PBD), Adriyusman di Sawahlunto, Jumat, menyebutkan dalam usulan ke Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB itu, Pemkot Sawahlunto mengajukan 20 item kegiatan yang terdiri dari tiga kategori.

Sebanyak 20 item kegiatan ini tersebar di empat kecamatan 'Kota Arang', dengan prioritas kawasan rawan bencana tanah longsor.

"Kami bersyukur akhirnya BNPB memverifikasi usulan kita, mereka juga mengupayakan agar realisasi pengerjaannya dalam tahun ini," katanya.

Selain paket kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi ini, BNPB juga menjanjikan siap membantu penyediaan bibit pohon untuk kebutuhan mitigasi bencana.

"Kami menyarankan Pemkot Sawahlunto untuk segera menyelesaikan rancangan mitigasi bencana, terutama untuk penghijauan. Nanti kami bisa juga membantu pada penyediaan bibit pohon untuk penghijauan ini," ujar Deputi Rehab dan Rekon BNPB RI, Harmensyah.

Sementara, Wali Kota Deri Asta mengatakan bahwa kunjungan audiensi ke BNPB RI yang dilakukannya tersebut bertujuan agar kegiatan rehab/rekon dari BNPB pusat dapat dipercepat dan ditingkatkan anggarannya bagi 'Kota Arang' itu.

"Kami memang harus menjemput bola ke pusat. Karena di APBD kita punya keterbatasan. Jadi sengaja kita beraudiensi dengan BNPB pusat ini agar Sawahlunto mendapat prioritas dan percepatan untuk anggaran maupun kegiatan - kegiatan terkait rehab dan rekon itu," jelasnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar