Logo Header Antaranews Sumbar

Presiden Karzai Kecam Taliban Bunuh Warga Sipil

Minggu, 10 Maret 2013 19:12 WIB
Image Print

Kabul, (antarasumbar.com/Xinhua-OANA) - Presiden Afghanistan Hamid Karzai, Ahad, mengecam Taliban karena membunuh warga sipil --yang tak berdosa, dan menggambarkan aksi perlawanan pimpinan faksi santri itu sebagai pelanggaran terhadap nilai-nilai Islam. "Kemarin, serangan teror di Kabul dan Khost, dan Taliban mengaku bertanggung-jawab, tak pantas buat Afghanistan apalagi agama Islam," kata Karzai pada satu upacara yang dihadiri oleh fungsionaris pemerintah, tokoh masyarakat dan politik untuk memperingati Hari Perempuan Internasional. Gerilyawan Taliban --yang memerangi pasukan Afghanistan dan pimpinan NATO-- pada Sabtu (9/3) melancarkan dua pemboman bunuh diri di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, dan Provnsi Khost dibagian timur negeri itu, sehingga menewaskan 21 orang termasuk seorang perempuan dan delapan anak yang berusia tujuh sampai 17 tahun. Saat mengutuk serangan berdarah tersebut, Presiden Afghanistan itu menekankan serangan semacam itu memperlihatkan bahwa kelompok perlawanan tersebut bertujuan memperpanjang perang, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad sore. Serangan itu, katanya, juga memperlihatkan pasukan asing masih diperlukan untuk memberi keamanan buat negara tersebut. Ia juga menyalahkan Taliban karena mengadakan pembicaraan perdamaian rahasia dengan orang asing termasuk Amerika. Ia menyatakan Taliban harus memulai pembicaraan perdamaian langsung dengan pemerintah dan bukan dengan orang asing untuk mewujudkan perdamaian langgeng di negara yang dicabik perang itu. Berdasarkan rencana penarikan Presiden AS Barack Obama, 33.000 prajurit AS sudah ditarik dari Afghanistan pada September tahun lalu dan sebanyak 34.000 prajurit lagi akan pulang dalam waktu satu tahun. Presiden Afghanistan tersebut, dalam pidatonya, menyeru pemuda Afghanistan termasuk perempuan untuk belajar secara sungguh-sungguh dan membawa negara itu menuju kemajuan, kemakmuran serta mandiri. Namun, ia mengatakan dengan keyakinan bahwa pasukan Afghanistan akan sepenuhnya mengambil-alih tanggung jawab keamanan negara tersebut, setelah penarikan tentara pimpinan NATO pada 2014 dari Afghanistan. (*/wij)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026