Logo Header Antaranews Sumbar

Karzai: Mullah Omar Bisa Calonkan Diri sebagai Presiden

Rabu, 3 April 2013 15:29 WIB
Image Print

Kabul, (Antara/Xinhua-OANA) - Presiden Afghanistan Hamid Karzai, Selasa (2/4), mengatakan pemimpin Taliban Mullah Mohammad Omar dapat mencalonkan diri dalam pemilihan presiden mendatang negeri itu. "Undang-undang dasar Afghanistan sah buat semua warga Afghanistan, dan Taliban juga mesti memperoleh manfaat darinya," kata Karzai kepada harian Jerman, Sueddeutsche Zeitung. Ia mengeluarkan komentar tersebut beberapa hari setelah ia kembali dari kunjungan kenegaraan dua-hari ke Negara Qatar di Teluk. Selama kunjungan itu, ia membahas dengan pemimpin Qatar pembukaan kantor Taliban untuk melakukan perundingan. Faksi santri Taliban, yang memerangi pasukan pimpinan NATO yang ditempatkan di sana dan pasukan Afghanistan, pada masa lalu telah menolak tawaran pemerintah bagi pembicaraan. Taliban menyatakan takkan ada dialog dengan kehadiran pasukan asing di negeri tersebut. Pemilihan presiden ketiga sejak jatuhnya Taliban pada penghujung 2011, dijadwalkan diselenggarakan awal April tahun depan. Namun, sebagian pengamat lokal telah menyampaikan keprihatinan bahwa proses pemilihan umum tersebut akan menghadapi tantangan sangat besar di negara tersebut pasca-Taliban, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu siang. Sementara itu, para pejabat komisi pemilihan umum memperingatkan jika pasukan pimpinan NATO dan Afghanistan gagal mengamankan ribuan tempat pemungutan suara di seluruh negeri tersebut, maka komisi takkan menempatkan kotak suara di sana. Taliban pada masa lalu telah menolak pemilihan umum --yang dicapnya sebagai persekongkolan oleh orang asing untuk mempertahankan Pemerintah Afghanistan tetap berkuasa. Saat ini terdapat sebanyak 100.000 prajurit pimpinan NATO, dan hampir 65.000 di antara mereka adalah tentara Amerika, yang ditempatkan di negeri itu untuk mencegah Taliban kembali berkuasa. Pasukan tempur asing tersebut dijadwalkan meninggalkan negeri itu pada penghujung tahun depan. Sejak pertengahan 2011, pasukan Afghanistan telah mengambil-alih keamanan di berbagai daerah tempat tinggal sebanyak 75 persen warga. Namun, Pemerintah Afghanistan telah mengumumkan pemerintah berharap bisa menuntaskan proses tersebut pada 2013, satu tahun lebih awal daripada yang disepakati dengan pasukan NATO dan AS. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026