Logo Header Antaranews Sumbar

Karzai Beri Suara dalam Pemilihan Presiden Afghanistan

Sabtu, 5 April 2014 13:06 WIB
Image Print

Kabul, (Antara/Xinhua-OANA) - Hamid Karzai, yang meletakkan jabatan sebagai presiden Afghanistan, Sabtu pagi, memberi suaranya di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, dalam pemilihan presiden dan anggota dewan provinsi di negeri tersebut. Pemimpin Afghanistan itu bersama dengan beberapa pejabat senior pemerintah tiba di gedung Sekolah Menengah Amani di dekat Istana Presiden sekitar pukul 07.35 waktu setempat untuk memberi suara. Di antara para pejabat yang menyertai Karzai terdapat Wakil I Presiden Mohammad Youus Qanooni, Menteria Pertahanan Jenderal Bismillah Mohammadi dan menteri lain kabinet. Karzai, yang menurut undang-undang dasar dilarang mencalonkan diri untuk masa jabatan lima-tahun ketiga berturut-turut, mendesak semua pemilih Afghanistan agar ikut dalam proses pemilihan umum itu. Lebih dari 12 juta orang Afghanistan yang memenuhi syara sebagai pemilih, 35 persen di antara mereka perempuan, diperkirakan memberi suara mereka dalam pemungutan suara satu-hari di seluruh negara yang dicabit perang tersebut. Rakyat Afghanistan mulai memberi suara pada Sabtu pagi untuk memilih seorang presiden baru untuk lima tahun ke depan dalam penyerahan kekuasaan pertama melalui pemungutan suara dalam sejarah negeri itu. Tempat pemungutan suara dibuka pada pukul 07.00 waktu setempat dan dijadwalkan ditutup pada pukul 16.00 waktu setempat, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu siang. Jumlah calon presiden telah merosot jadi delapan setelah penarikan diri tiga calon dari persaingan, dan lebih dari 2.500 calon bersaing untuk memperebutkan 458 kursi di dewan provinsi di 34 provinsi, termasuk 96 kursi buat perempuan. Calon utama presiden adalah Abdullah Abdullah dan Zulmai Rassoul --keduanya mantan menteri luar negeri-- serta mantan menteri keuangan Ashraf Ghani Ahmadzai. Kendati hujan turun di Kabul dan beberapa provinsi lain, pria dan wanita Afghanistan tetap menunggu dalam barisan panjang di tengah pengamanan ketat. Di Kabul, gubernur provinsi mendesak rakyat agar memberi suara mereka dan memilih pengganti presiden saat ini Hamid Karzai serta anggota dewan provinsi. "Pasukan pemerintah telah mengamankan semua pusat pemungutan suara. Saya meminta semua warga Kabul agar mendatangi pusat pemungutan suara tanpa takut. Musuh tak bisa menghentikan rakyat untuk memutuskan masa depan negeri mereka sendiri," kata Gubernur Kabul Abdul Jabar Taqwa kepada media setempat. Keamanan tetap menjadi tantangan terbesar bagi penyelenggaraan pemilihan umum. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026