
Kasus Korupsi Paling Sering Muncul di Media

Jakarta, (ANTARA) - Kasus suap dan korupsi paling sering muncul di media massa nasional dibanding isu-isu lain dalam satu tahun terakhir, demikian hasil analisis isi media yang dipaparkan The Founding Fathers House (FFH) di Jakarta, Kamis. "Tujuh dari 10 berita yang berfrekuensi tinggi adalah tentang kasus suap dan korupsi," kata Peneliti Utama FFH Dian Permata. Riset analisis isi media tersebut dilakukan 28 Oktober 2011 hingga 22 Oktober 2012 terhadap 28971 berita yang ditayangkan di 12 media cetak, enam televisi, dan tujuh media online. "Riset menggunakan metode 'purposive sampling, locus riset terhadap berita tematik dan berdasarkan kategori politik, hukum, dan ekonomi," kata Dian. Kasus Wisma Atlet merupakan berita yang paling sering dipublikasikan yakni 1310 kali, disusul berita calon presiden 1089 kali, kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 1067 kali, kasus korupsi pengadaan SIM Korlantas Polri 764 kali. Berikutnya kasus suap proyek Hambalang 738 kali, jatuhnya pesawat Sukhoi 534 kali, kasus penggelapan pajak oleh Dhana Widyatmika 503 kali, kasus Nazarudin 455 kali, kenaikan harga BBM 433 kali, dan kasus suap dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) 424 kali. Menurut Dian, data tersebut menunjukkan bahwa kasus korupsi merupakan kasus yang paling disorot oleh publik dan harus menjadi perhatian serius Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. "Keduanya harus cepat dan 'genuine' untuk menanggulangi berlarut-larutnya kasus suap dan korupsi yang masih lamban penanganannya," katanya. Apabila penanganan tetap lamban, kata Dian, maka akan menimbulkan "multiplier effect" yang bisa membuat akhir pemerintahan SBY-Boediono tidak berlangsung mulus. "Juga berdampak pada semakin terpuruknya citra Partai Demokrat," kata mantan wartawan itu. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
