Logo Header Antaranews Sumbar

Sumbar Dapat Program "Cepat" Usaid Penanggulangan TBC

Jumat, 8 Maret 2013 08:04 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Provinsi Sumatera Barat mendapatkan program Community Empawerment of People Against Tubercolusis (CEPAT) Indonesia dari lembaga donor USAID untuk penanggulangan Tuberculosis/TB pada enam kabupaten dan kota di daerah itu. Peresmian tanda dimulainya program CEPAT oleh gubernur Sumbar Irwan Prayitno sekaligus penandatangan kesepakatan pimpinan daerah dari kabupaten/kota bersama provinsi dan perwakilan lembaga donor tersebut, berlangsung di Auditorium gubernuran, Kamis. Hadir dalam kesempatan itu, perwakilan dari lembaga donor itu, Sekretaris Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes RI, M. Subuh, Dekan Fakultas Kedokteran Unand Masrul dan Kadinkes Sumbar Rosnini Savitri, serta pejabat kabupaten/kota. Enam kabupaten dan kota yang ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan program, meliputi Kota Padang, Kabupaten Solok, Pasaman, Padang Pariaman, Mentawai dan Tanah Datar. Gubernur Sumbar mengatakan program kerja sama dengan USAID jelas sangat mendukung penanggulangan TB dan percepatan pencapaian target MDGs yang akan berlangsung selama setahun. Bentuk kegiatan dalam program pemberdayaan masyarakat untuk peduli dalam penanggulangan penyakit TB, baik bentuknya sosialisasi dengan memberikan informasi yang benar terkait gejala dan cara pengobatannya. Jadi, masyarakat ada peningkatan pemahaman tentang TB, ketika terserang tak menular ke yang lain, dan bisa sembuh dengan mengkonsumsi obat. "Program ini cukup bagus, karena TB penyakit yang dapat mematikan kalau tidak diobati dan dicegah. Maka terima kasih ke USAID yang memilih Sumbar," ujarnya. Terkait di tengah masyarakat masih ada yang berpikir TB penyakit turunan, berbiaya mahal dan mistik sehingga ada pula yang enggan memeriksa ke tenaga medis dan menilai obat tradisional yang tepat. Meluruskan pandangan masyarakat ini, menurut dia, tentu diperlukan sosialisasi secara optimal ke masyarakat apa-apa hal-hal yang menjadi penyebab dan cara mengobatinya. Sekretaris Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes RI, M. Subuh mengatakan target nasional dalam penanggulangan TB dalam program MDGs sebesar 75 persen dan Sumbar sudah capai 63 persen. Bahkan, Sumbar termasuk sukses pengobatan atau sebesar 91 persen, tapi terdapat disparitas atau gep antara kabupaten dan kota makanya pencapaian targetnya perlu disamakan. Melalui program CEPAT, tambah dia, tentu diharapkan jarak upaya yang dilakukan tidak terlalu jauh antar kabupaten/kota tersebut, maka kemauan politik pimpinan daerah sangat dibutuhkan. "Tantangan ke depan, bahwa 60 persen pengidap HIV menderita TB. Indonesia peringkat kedua diabetes melitus," ujarnya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026