KPK sosialisasikan program 'Saya Perempuan Anti Korupsi' di Padang Panjang

id Basaria Panjaitan

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan. (Diskominfo Padang Panjang)

Padang Panjang, (ANTARA) - KPK RI menyosialisasikan program Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) di Padang Panjang, Sumatera Barat, sebagai langkah mengantisipasi tindak korupsi melalui koordinasi dan supervisi di daerah.

"Program SPAK diluncurkan dengan tujuan agar nilai kejujuran dipegang oleh setiap perempuan Indonesia," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Padang Panjang, Rabu, dalam kegiatan Pembinaan Jaringan Partisipatif dalam Mengawal Keterbukaan Pemerintah dan Training of Trainer (TOT) Saya Perempuan Anti Korupsi.

Dalam program SPAK, perempuan diharapkan mengajarkan kejujuran sejak dini dimulai dari lingkup keluarga.

Menurutnya pendidikan mengenai pentingnya kejujuran merupakan cara utama untuk mengenalkan sikap anti korupsi.

Sementara dalam menjalankan pemerintahan sikap jujur tetap diutamakan untuk menghindari korupsi ditambah keterbukaan dan integritas.

"JIka sikap itu sudah dijalankan maka selanjutnya membangun kepedulian pemerintah terhadap masyarakat hingga akhirnya terjalin rasa percaya dan kerja sama," ujarnya.

Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran menambahkan pihaknya berkomitmen menjalankan pemerintahan tanpa korupsi yang salah satu caranya dilakukan dengan menyusun program secara baik dan tepat sasaran.

"Tindakan nyata di samping mengampanyekan sikap anti korupsi, kami menyusun program yang di dalamnya melibatkan masyarakat agar dalam pelaksanaan juga bisa ikut mengawal," katanya.

Melalui sosialisasi SPAK yang diberikan KPK, ia berharap budaya jujur tidak hanya bagi pegawai dalam menjalankan tugas pemerintahan namun juga bagi masyarakat dengan aktivitasnya.

Sosialisasi yang digelar oleh KPK tersebut diikuti 240 peserta dari perangkat daerah setempat dan akan berlangsung hingga Jumat (29/3). (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar