
ASN jangan golput

Padang (ANTARA) - Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam pelaksanaan Pemilu serentak 17 April dengan cara memberikan hak pilih atau tidak "golput", kata Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Alwis.
"ASN juga relatif lebih paham tentang jadwal dan tahapan Pemilu daripada masyarakat awam. Jadilah agen untuk menyosialisasikan itu agar Pemilu berjalan sukses," katanya di Padang, Rabu.
Ia mengatakan itu terkait telah dimulainya tahapan kampanye terbuka Pemilu serentak mulai 24 Maret sampai 13 April.
Pemilu kali ini berbeda dari gelaran yang pernah dilakukan sebelumnya karena masyarakat harus memberikan lima suara sekaligus yaitu untuk Pemilu Presiden, pemilihan DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota.
Banyak masyarakat yang belum tahu bahwa nanti di TPS akan menerima lima surat suara, karena itu banyak yang belum punya pilihan berdasarkan "pengetahuan yang cukup", kecuali untuk Pilpres.
"ASN harus berperan mengabarkan semua yang berkaitan dengan Pemilu pada masyarakat hingga nanti mereka benar-benar memberikan hak pilih di TPS dan memilih calon berdasarkan pengetahuan akan kualitas dan rekam jejak calon," katanya.
Peran itu akan menjadi salah satu sumbangsih ASN untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik untuk bangsa dan negara.
Namun ia mengingatkan ada batas yang tegas antara menyosialisasikan Pemilu untuk membantu KPU dengan menyosialisasikan calon atau partai tertentu.
"Menyosialisasikan calon atau partai artinya masuk dalam ranah politik praktis. ASN terlarang untuk hal itu. Aturannya tegas dengan ancaman hukuman yang keras," katanya.
Ia meminta tidak ada ASN yang mencoba main api dengan melanggar aturan yang telah sangat jelas itu.
"ASN harus netral," katanya.(*)
Pewarta: Miko Elfisha
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
