Logo Header Antaranews Sumbar

Bawaslu Kepri ingatkan KPU agar mewaspadai peretas

Selasa, 26 Maret 2019 21:33 WIB
Image Print
Ilustrasi peretas. (Fokus Today)

Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Kepulauan Riau (Bawaslu Kepri) mengingatkan KPU untuk tetap mewaspadai peretas sistem karena potensinya bisa saja terjadi sehingga diperlukan upaya lain untuk memperkuat jaringan komputer yang ada.

"Dari pengalaman pemilu sebelumnya, bukan hanya KPU yang perlu mewapadai 'hacker', melainkan juga Bawaslu Kepri. Potensi itu peretasan sistem itu dapat saja terjadi," kata Komisioner Bawaslu Kepri Indrawan, di Tanjungpinang, Kamis.

Indrawan mengatakan data digital mempermudah kinerja perangkat penyelenggara pemilu di daerah-daerah di Kepri, apalagi wilayah ini terdiri dari pulau-pulau. Karena itu, sistem digital dibutuhkan, meski tetap mengacu pada data dari hasil kegiatan manual.

"Yang terpenting, KPU Kepri dan jajarannya harus memastikan 'scaner' Formulir C1 masuk dalam sistem," ujarnya.

Karena itu, kata dia KPU Kepri, serta KPU kabupaten dan kota di wilayah itu, harus memastikan sistem komputerisasi yang dibangun kuat sehingga tidak dapat diretas.

Menurut dia, KPU tampak terus-menerus meningkatkan sistem keamanan agar tidak mudah diretas oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Peretasan sistem pemilu dapat menimbulkan kekacauan sehingga perlu diawasi secara ketat," ujarnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kepri mengatakan sistem komputerisasi yang dibangun KPU RI sampai ke provinsi, kabupaten dan kota, berlapis. Karena itu sistem penyimpanan data lunaknya sulit diretas.

Jika terjadi kerusakan atau diretas 'hacker', kinerja KPU RI maupun KPU tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota tidak terlalu terganggu, karena sistem komputerisasi itu sebagai alat bantu, bukan perlengkapan utama.

"Artinya, kegiatan pemilu, terutama terkait data utama pemilu diperoleh secara manual. Data manual tersebut yang dimasukkan ke dalam sistem komputerisasi sehingga jika terjadi permasalahan pada sistem tersebut, yang digunakan tetap data manual," tuturnya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026